KAMIS, 17 Maret 2016
Jurnalis : Bobby Andalan / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Bobby Andalan
BALI — Daerah yang belakangan melaksanakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio Tahun 2016, Provinsi Bali bertekad tahun 2020, ‘Pulau Dewata’ terbebas dari penyakit lumpuh layu.
![]() |
| Pemberian vaksin Polio dalam PIN di Bali |
“Dengan pemberian PIN Polio ini diharapkan anak-anak khususnya balita akan terlindung dari penyakit polio. Terlebih dalam tahun 2020 nanti Indonesia dan Bali khususnya mencanangkan bebas dari penyakit polio,”sebut Gubernur Bali dalam sambutannya yang disampaikan Kadiskes, Ketut Suarjaya saat pencanangan di Kabupaten Badung, Kamis (17/3/2016) .
Disebutkan, untuk menyukseskan program, di Provinsi Bali penyebaran logistik vaksin polio sudah siap, dengan sasaran balita sebanyak 325.151 tersebar di sembilan kabupaten/kota dengan jumlah Pos PIN sebanyak 5.067.
Dijelaskan, secara nasional pencanangan PIN Polio telah dilaksanakan pada 8 Maret lalu. Namun karena bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, kegiatan diundur dan dilaksanakan dari 15 hingga 22 Maret 2016.
Sementara itu, Kadiskes Putra Suteja menyampaikan, di Kabupaten Badung menyasar 39.610 anak balita usia 0-59 bulan dengan didukung sebanyak 564 Pos PIN.
Kegiatan ini penting dilakukan dalam upaya memberi perlindungan dari penyakit polio dan yang tidak kalah pentingnya selalu mempertahankan cakupan imunisasi rutin dengan target 97 persen.
“Target kami di Badung PIN Polio adalah 100 persen,” imbuhnya.