MINGGU, 27 MARET 2016
Jurnalis: M. Fahrul / Editor: ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: M. Fahrul
SUMENEP — Mendengar kata Apen Colek rasanya tidak asing lagi bagi masyarakat di Desa Karang Anyar, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pasalnya jajanan tradisional yang memiliki rasa manis itu sampai sekarang masih banyak diminati oleh para pecinta kuliner dari berbagai kalangan.
![]() |
| Apen Colek |
Pada zaman terdahulu Apen Colek biasanya hanya dijual setiap minggu sekali yaitu, pada malam Jumat. Namun dari tahun ketahun jajanan yang mirip dengan serabi semakin banyak peminatnya. Para pedagang akhirnya menjualnya setiap hari. Sampai sekarang jajanan apen tersebut tidak hanya diminati masyarakat desa setempat saja, tetapi banyak pecinta kuliner dari luar daerah juga datang untuk menikmatinya.
“Apen Colek ini merupakan jajanan kuliner khas desa ini, sebab makanan yang memiliki rasa manis sudah sejak zaman terdahulu, sehingga kebanyakan masyarakat masih tetap melestarikannya, agar jajanan peninggalan nenek moyang tidak punah,” kata Samiatun (42) salah seorang penjual Apen Colek di Desa Karang Anyar, Kecamatan Kalianget, Minggu (27/3/2016).
Disebutkan, apen colek sangat berbeda dengan apen pada umumnya, sebab selain bahan yang berbeda, jajanan khas desa tersebut juga memiliki rasa yang cukup manis dan kuahnya kental, sehingga memiliki khas yang dapat menggoda selera para pecinta jajanan kuliner rasa legit.
“Kalau Apen Colek ini kuah sangat kental, jadi kalau ingin menikmati apen harus mencelupkan kedalam kuah yang terbuat dari gula merah bercampur santan, sehingga rasanya akan menyatu antara rasa empuk dan manis,” jelasnya.
“Jajanan ini dulunya tidak terkenal, namun semakin lama pembeli tambah banyak, itupun bukan hanya warga disini saja, tetapi dari luar daerah juga ada,” sambungnya.

Sementara untuk menikmati jajanan tradisional Apen Colek tidak membutuhkan biaya besar, namun dengan cukup membawa uang sebesar Rp. 5.000 mereka sudah bisa mendapatkan Apen sebanyak 10 biji?.