MINGGU, 20 MARET 2016
Jurnalis : Turmuzi / Editor : Fadhlan Armey / Sumber Foto: Turmuzi
MATARAM — Agar pasokan air dalam menanam tembakau terpenuhi, sebagian petani daerah tadah hujan bagian selatan Pulau Lombok membuat telaga penampung.
![]() |
| Telaga tempat penampungan air pertanian |
Junaidi, petani Desa Banyu Urip, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengungkapkan, di musim kemarau, air sungai seringkali mengering, sementara itu, air bendungan yang ada sangat terbatas, agar dapat mengantisipasi hal tersebut mereka membuat telaga penampungan air.
“Meskipun kebutuhan air untuk menanam tembakau tidak terlalu besar, namun dengan debit air bendungan tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian yang ada,” kata Junaidi di Lombok Tengah, Minggu (20/3/2016).
Karena itulah telaga dan embung penampung air hujan menggunakan alat berat sengaja dibuat, biar tidak sampai mengalami krisis air untuk kebutuhan menanam tembakau seperti tahun lalu.
Dikatakan, telaga maupun embung yang dibuat petani, selain lebar, kedalamannya juga mencapai tiga sampai lima meter, supaya bisa menampung banyak air hujan.
“Semua kita tahu, kalau wilayah bagian selatan seringkali mengalami kekeringan, untuk itulah telaga sengaja kita buat untuk mengatasi krisis air, menanam tembakau maupun kebutuhan tanaman lain,” tutupnya.