SELASA, 1 MARET 2016
Jurnalis: M. Fahrul / Editor: ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: M. Fahrul
SUMENEP — Pasca adanya jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) rupanya masih belum memberikan dampak signifikan terhadap roda perekomian masyarakat Wilayah Madura, Jawa Timur. Pasalnya Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) belum dapat menerapkan konsep yang jelas terhadap kondisi di empat daerah di Pulau Garam tersebut, sehingga anggaran besar yang dihabiskan terkesan sia-sia.
![]() |
| Moh. Hidayaturrahman Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Wiraraja |
“Sebaiknya Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura dibubarkan saja, supaya tidak banyak habiskan anggaran Negara untuk belanja rutin di luar kegiatan pembangunan,” kata Moh. Hidayaturrahman, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Wiraraja, Kabupaten Sumenep, Selasa (1/3/2016).
Lebih lanjut dia menjelaskan, semestinya BPWS membuat peta potensi beserta kebutuhan pada setiap kabupaten di Wilayah Madura, sehingga dari potensi yang ada, dapat dikembangkan dengan melibatkan seluruh stakeholder yang ada, seperti pengusaha, perguruan tinggi, tokoh masyarakat dan pemerintah daerah setempat.
Bahkan penting juga melibat unsur media yang ada di empat kabupaten, diantaranya, Kabupaten Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan, guna untuk mensosialisasikan program-program ekonomi dan pembangunan yang ada, sehingga dapat meningkatkan nilai tawar potensi daerah ini.
“Selama ini BPWS seperti makhluk gaib saja, meskipun ada tapi wujud aksinya tidak kelihatan, makanya walaupun sudah ada jembatan Suramadu perkembangan ekonomi masih belum signifikan,” paparnya.