Walikota Pontianak: Tekan Volume Sampah di TPA dengan Pemilhan

MINGGU, 21 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Aceng Mukaram / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Aceng Mukaram

PONTIANAK — Walikota Pontianak, Sutarmidji menyebutkan, saat ini,100 persen sampah di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sehingga setiap hari volumenya terus meningkat.
Truk sampah
Mengatasi hal tersebut, perlu peran serta masyarakat untuk menekannya, salah satunya dengan memilih dan dimanfaatkan untuk didaur ulang menjadi sesuatu yang lebih bermamfaat.
“Sampah jangan semuanya berakhir di TPA, harus dipilah mulai dari titik awal sampah itu berada,” ujar Sutarmidji usai apel Hari Peduli Sampah Nasional, Launching Gerakan Pungut Sampah dan Deklarasi Stop Buang Sampah Sembarangan, di halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak. Kegiatan itu diikuti 1.000 orang dan 61 relawan komunitas peduli sampah di Kota Pontianak, Minggu (21/2/2016).
Ia juga memuji, gerakan masyarakat dalam menekan volume, yakni dengan menghadirkan bank sampah yang menghasilkan berbagai bentuk, kerajinan hingga pupuk organik.
Sekarang ini Kota Pontianak sudah lebih bagus karena sudah ada beberapa bank sampah untuk memilah sampah, ada yang dibuat pupuk, kerajinan tangan dan lain sebagainya,”katanya.
Dikatakan juga, dalam membiasakan buang sampah pada tempatnya, pemerintah juga mengeluarkan aturan. Meski ada pertentangan, namun hal tersebut dirasa perlu untuk membiasakan dan menciptakan lingkungan yang bersih.
“Biar saja orang marah dengan saya karena ditilang buang sampah sembarangan,” katanya.
Dengan dukungan masyarakat, Sutarmidji menargetkan dalam dua tahun ke depan, Kota Pontianak setara dengan Singapura yang terkenal ketat dalam hal penegakan aturan pembuangan sampah.
Lihat juga...