Teh dan Dodol dengan Bahan Baku Buah Naga Diyakini Mampu Bersaing

SABTU, 27 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Ferry Cahyanti/ Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN — Buah naga dan kepiting sudah menjadi khas dari kota Balikpapan. Maka tak heran bila kita akan menemui sejumlah makanan khas Balikpapan yang bahan bakunya dari bahan tersebut.
produk olahannya dari buah naga dan kepiting “Triagle Brownish”
Suci Wirastama warga Balikpapan yang membangun usaha dengan mengolah makanan dari buah naga dan kepiting. Buah naga yang dihasilkan petani Balikpapan ini diolah menjadi teh dan dodol dan kepiting yang diolah menjadi kue brownis. Kedua bahan baku yang dijadikan berbagai produk makanan itu diberi label Triagle Brownish.
Hobby mengolah makanan menjadi panganan yang lezat disantap oleh keluarganya menjadi modal dasarnya membangun usaha. Suci mengatakan kedua bahan baku yang diolah menjadi panganan khas Balikpapan diikutsertakan dalam Festival Pangan ke-7 kota Balikpapan pada tahun 2015.
“Dengan dukungan keluarga yang mengatakan rasa dan kualitas yang bagus saya memberanikan diri untuk ikut festival dan menjual makanan yang diolahnya. Hasilnya sangat memuaskan dan pasar sangat menerima produk yang dihasilkan,” terang Suci saat ditemui, Sabtu (27/2/2016).
Menurutnya, dengan modal Rp.5 juta makanan olahannya yang dihasilkan keluar dengan kemasan yang menarik. Karena untuk mendukung usahanya pihaknya menggunakan jasa ahli desain untuk mendesign kemasan produk yang dihasilkan saat akan dipasarkan.
Dengan kemasan yang menarik dan warna pilihannya yakni kombinasi warna meraj dan hutam ternyata menjadi daya tarik produk yang dihasilkan.
“Strategi olahan makanan dari buah naga dan kepiting dengan kemasan menarik bisa dibilang berhasil. Karena dalam waktu singkat banyak pesanan datang. Tidak hanya itu promosi juga dilakukan melalui media sosial juga memberikan kontribusi besar,” sambung perempuan kelahiran Balikpapan 1985.
Kini usaha yang mulai digeluti selama 1,5 tahun ini telah menghasilkan omzet Rp.30 juta perbulannya. Lanjut Suci, usaha yang digelutinya ini menjadi lapangan pekerjaan baru karena tenaga kerja yang diperlukan juga bertambah meski tidak banyak seperti perusahaan besar.
Suci menjelaskan, kini produksinya meningkat hingga 150 kg buah naga perbulannya. Sedangkan khusus olahan kepiting, produksi tergantung pada jumlah pesanan. Ia yakin produk yang dihasilkan mampu bersaing dengan produk lainnya karena kemasan menjadi daya tarik tersendiri, selain kualitas rasa.
Lihat juga...