SABTU, 27 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Harun Alrosid/ Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Harun Alrosid
SOLO — Muhammadiyah sebagai salah satu Ormas terbesar di Indonesia menggelar Jambore Santri Nasional 2016, di Bumi Perkemahan Delingan, Kabupaten Karanganyar. Jambore Santri Nasional yang baru kali pertama dilaksanakan ini diikuti 1041 santri perwakilan Pondok Pesantren Muhammadiyah yang ada di Indonesia.
![]() |
| Jambore Santri Ponpes Muhammadiyah |
Ketua panitia Jambore Santri Nasional, Hartono mengatakan, kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi antar santri-santri yang ada di Indonesia, karena selama ini belum ada kegiatan yang dapat mempertemukan para santri Pondok Pesantren Muhammadiyah.
“Ini bisa menjadi awal bagi santri untuk bisa mengenal lebih dekat. Baik santri dengan santri lain maupun ustad – ustdzahnya,” paparnya, Sabtu (27/02/16).
Jambore Santri Nasional ini diikuti 1014 santri dari perwakilan 37 Pondok Pesantren Muhammadiyah yang ada di Indonesia. Jumlah Ponpes yang ikut dalam kegiatan ini belum seluruhnya, karena masih banyak Ponpes yang tidak bisa mengikuti kegiatan yang terbilang cukup mendadak.
“ Persiapan acara ini sangat singkat, hanya sekitar 6 bulan saja. Alhamdulillah peserta yang hadir cukup memuaskan, mencapai seribuan,” ungkap Hartono.
Kegiatan Jambore Santri Nasional selain sebagai ajang silaturahmi juga dapat digunakan untuk mengetahui sejauh mana prestasi santri dalam menerima materi dimasing-masing Pondok Pesantren. Tidak hanya prestasi Pendidikan Formal, tetapi juga prestasi di bidang Kepondokan. Kegiatan yang diselenggarakan meliputi lomba pidato bahasa arab, tahfidz, kaligrafi dan nasyid. Sedangkan untuk menjaga kebugaran diselenggarakan lomba fursal dan sepak bola yang diikuti seluruh peserta.
“Kami juga mengadakan kegiatan untuk mengenal wisata sekitar, yakni berkunjung ke objek wisata Grojokan Sewu, Tawangmangu, Karanganyar,” paparnya.
Jambore Santri Nasional ini rencanannya akan dijadikan kegiatan rutin yang digelar setiap 3 tahun sekali. Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, saat membuka kegiatan tersebut pada Jumat pagi, 26 Februari 2016 kemarin.