SDN 3 Pasuruan Raih Segudang Prestasi dengan Lestarikan Seni Tradisional

SENIN, 22 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Foto: Henk Widi 

LAMPUNG — Tari tradisional seperti tari Bedana, tari sembah Sigeh Pengunten (Siger Penguntin) dan kesenian lainnya yang dilestarikan dengan cara diajarkan ke anak didik mengantarkan SDN 3 Pasuruan meraih segudang prestasi. Baik, tingkat kecamatan hingga Provinsi.
Murid SDN 3 Pasuruan
Kepala Sekolah SDN 3 Pasuruan, Heri Anto menyebutkan, selain mendapatkan pendidikan akademik, murid juga diasah kemampuannya dalam hal pelestarian kesenian seperti,tari tradisional dan kreasi, melukis, tarik suara. Tercatat prestasi yang diraih dalam ajang Olimpiade Olahraga Sains Nasional (O2SN) diantaranya, juara 1 Olimpiade IPA, juara 2 Olimpiade Matematika, Juara 1 Melukis, Juara 1 tari kreasi baru, juara 2 menyanyi tun ggal.
“Semua prestasi tersebut diraih dalam O2SN tingkat kecamatan dan akan dilanjutkan ke tingkat kabupaten. Beberapa kekurangan akan diperbaiki,”ungkapnya kepada Cendana News, Senin (22/2/2016).
Disebutkan, banyak hal yang cukup membanggakan yang dicapai anak didiknya, terutama dalam lomba yang berkaitan dengan pelestarian kesenian tradisional, seperti membatik serta tari kreasi.
“Dua tahun berturut turut kami masuk untuk tingkat provinsi Lampung dalam cabang lomba membatik dan tarian kreasi daerah Lampung, prestasinya cukup membanggakan,”ungkap Heri Anto.
Sebagai salah satu sekolah di Kabupaten Lampung Selatan, Heri Anto mengaku saat ini SDN 3 Pasuruan memiliki sebanyak 9 ruang belajar, 1 ruang perpustakaan, 1 mushola sekolah, 1 ruang guru, 1 ruang kepala sekolah yang menunjang kegiatan belajar mengajar bagi sebanyak 193 siswa.
Untuk perlombaan hingga kegiatan penting, SDN 3 Pasuruan menyiapkan beberapa tarian andalan, salah satunya tari sembah kreasi yang merupakan ekspresi kegembiraan atas kedatangan para tamu undangan dalam suatu acara dengan rangkaian gerakan yang luwes, ramah dan penuh kehangatan.
“Tari Sembah selalu diajarkan di sekolah terutama dalam pelajaran kesenian dan dipertunjukkan dalam kegiatan resmi sekolah sekaligus melestariakan tarian adat Lampung kepada siswa,”ujar Heri Anto yang menjadi kepala sekolah SDN 3 sejak 2011.
Tari melawai yang merupakan tarian kearifan lokal masyarakat Lampung Selatan yang identik dengan laut merupakan tarian yang dikoreografikan oleh sanggar Kuripan dan kemudian dipelajari para siswa.
“Kita latih tari tradisional kreasi baru kepada para siswa dan tarian Melawai yang berhasil menyabet juara satu merupakan penggambaran dari masyarakat pesisir dalam mencari ikan di sungai dan pesisir,”ujar Heri Anto.
Lihat juga...