Perayaan Imlek Dimaknai Berbeda di Kebun Binatang Surabaya

MINGGU, 7 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Charolin Pebrianti


SURABAYA — Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) mengadakan perayaan Hari Raya Imlek dengan cara berbeda dan unik, diantaranya dengan memberikan angpao pada monyet ekor panjang dengan berupa buah-buahan dan sayuran.
Kawanan monyet menyerbu pohon pisang yang penuh dengan buah dan sayur
Plt Direktur Utama PDTS KBS, Aschta Boestani Tajudin menerangkan, tema perayaan Imlek Tahun 2016 adalah monyet api, sekaligus dengan peringatan hari Primata sedunia yang jatuh pada tanggal 30 Januari 2016 lalu, maka perayaan Imlek dipusatkan di kompleks primata.
“Kami ingin mengedukasi masyarakat bagaimana memberi makan yang baik kepada satwa, diantaranya tidak boleh dilempar, tapi harus dengan berani memberi makan secara langsung,” terangnya kepada Cendana News, Minggu (07/02/2016).
Aschta menambahkan, ada hal penting lagi yang bisa diketahui masyarakat bahwa pisang identik dengan monyet, hal itu salah. Yang benar monyet makan sayur juga buah.
“Selain itu KBS sangat cocok untuk program edukasi baik ke pelajar maupun umum terkait konservasi, pusat pendidikan dan menyediakan taman rekreasi yang sehat,” imbuhnya.
Staff Komunikasi KBS, Mahella Tiara menjelaskan, pengunjung bisa memberikan angpao ke monyet ekor panjang dengan cara membeli paket buah atau sayur dengan membayar Rp 10 ribu.
“Setelah itu pengunjung mendapatkam kupon yang nantinya diundi, juga bisa menghias atau menaruh paket buah atau sayur tadi di pohon pisang untuk nantinya ditaruh didalam kandang monyet,” ucapnya.
Satwa yang memiliki nama latin Macaca fascicularis ini menyambut antusias dari pemberian angpao oleh masyarakat. Pemberian makan dengan cara ditancapkan di pohon pisang sekaligus sebagai bentuk pemberian pakan dengan cara ‘pengkayaan’ yang masih dalam proses demi kemajuan KBS.
“Lingkungan asli satwa kan dihutan atau alam liar, jadi demi meningkatkan kemampuan alaminya kami memberikan makan dengan cara sayur dan buah ditancapkan di pohon pisang. Supaya monyet mau manjat dan berusaha meraih makanannya,” tukasnya.
Para penjaga menancapkan buah dan sayur dari pengunjung
Penjaga satwa menyediakan dua keranjang sayuran dan buah, per masing-masing keranjang beratnya 30 kilogram. Yang berisi bayam, kangkung, kacang panjang, rambutan, jagung, dan kesambi. Baru lima menit setelah pohon pisang yang penuh dengan buah dan sayur itu ditanam sudah habis diserbu kawanan monyet, dimulai dari rajanya kemudian indukan dan anaknya baru setelah itu kawanannya menyerbu pohon pisang dengan ramai.
“Dan bagi para pengunjung yang sudah membeli makan untuk monyet bisa memperebutkan hadiah undian mulai dari telefon genggam, strika, dispenser, kipas angin juga jam tangan. Selain itu juga ada atraksi barongsai dan pohon angpao khusus pengunjung,” pungkasnya.
Lihat juga...