Pengukuran Lahan untuk Bandara Udara Kulonprogo Berlangsung Tegang

SENIN, 22 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Koko Triarko / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Koko Triarko

YOGYAKARTA—Hari ini, Senin (22/2/2016), Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta, kembali melakukan pengukuran lahan calon Bandara Udara Internasional Kulonprogo. Pengukuran dikawal ketat petugas keamanan gabungan dari Polres Kulonprogo, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan TNI AU dan TN AD dari Kodim 0731 Kulonprogo, dan sejumlah Koramil wilayah setempat.

Warga memukul kentongan untuk membuat kebisingan dan mengumpulkan warga lainnya

Pengukuran lahan calon lokasi dibangunnya Bandara Udara Internasional Kuliprogo di dusun Sidorejo, Glagah, Temon, Kulonprogo, Yogyakarta, berlangsung tegang. Dusun Sidorejo merupakan kawasan dusun yang warganya menolak rencana pembangunan bandara tersebut.

Sekitar pukul 10.30 wib, petugas BPN Kulonprogo mulai melakukan pengukuran lahan dengan pengawalan ketat ratusan petugas keamanan gabungan. Sementara itu, puluhan warga dusun Sidorejo yang menolak pembangunan bandara berkumpul sembari memukul kenrongan untuk memanggil warga lainnya guna melakukan penjagaan tanahnya dan melakukan upaya perlawanan dengan mulut. Namun demikian  kendati puluhan warga bersuara sumbang dan mengatakan kata-kata tak pantas, ratusan petugas tak terpancing. 

Obed Tri Pambudi, Kepala Seksi Survey dan Pengukuran BPN Kulonlrogo

Namun demikian, pada akhirnya ada seorang warga yang terpaksa diamankan karena dianggap sebagai provokator.

Sementara itu, Kepala Seksi Survei dan Pengukuran BPN Kulonprogo, Obed Tri Pambudi yang ditemui di lokasi sesaat sebelum pengukuran mengatakan, saat ini BPN Kulonprogo merencanakan pengukuran sebanyak kurang lebih 12-15 bidang tanah di Dusun Sidorejo. 

Elis Yuliyanti, Kepala Seksi Kemasyarakatan Desa Glagah


Sementara itu, Kepala Seksi Kemasyarakatan Desa Glagah, Elis Yuliyanti, disela pelaksanaan pengukuran tanah menjelaskan, hari ini setidaknya ada pengukuran lahan milik lima orang warga dusun Sidorejo yang telah membolehkan lahannya diukur. 

Kelima warga itu menurut Elis adalah Kromo Suwito, Tri Waluyo, Joyo Pratomo, Siswo Suwito, dan Simo Alam Priharyono. Adapun lahan yang diukur merupakan lahan pekarangan atau tegalan dan sebagian ladang perkebunan. Dan, sampai berita ini diturunkan, proses pengukuran lahan masih terus berlangsung.

Puluhan warga melawan dengan teriakan

Lihat juga...