Komisi Anak Sinode Bentuk Pelatihan Fasilitator Perlindungan Hak Anak

MINGGU, 14 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Ishak Kusrant / Editor: Gani Khair / Foto: Ishak Kusrant

MANADO—Tingginya angka kekerasan terhadap anak di Sulawesi Utara (Sulut), membuat Komisi anak sekolah minggu (ASM) Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), membentuk tim fasilitator perlindungan anak GMIM yang akan membantu melindungi hak anak dari kekerasan.

 Lisa Kaawoan dan ASM serta pelayan ASM GMIM Bethel Winangun, saat mengikuti Festival Figura,

Menurut Ketua Komisi ASM Sinode GMIM Penatua Meike Pangemanan, kekerasan terhadap anak sudah sangat tinggi, dan hampir setiap hari kita melihat kasus kekerasan anak terjadi baik melalui media masa maupun di sekitar kita, maka dari itu tidak terlambat jika kita membentuk fasilitator perlindungan anak, khususnya di wilayah GMIM. 
“Kekerasan terhadap anak sudah memprihatinkan, data di Polda Sulut sangat miris, karenanya perlu di bentuk fasilitator perlindungan anak, mari kita bela hak-hak anak agar terhindar dari kekerasan,” tegas Pengemanan saat memberikan sambutan di ibadah jemaat GMIM Bethel Winangun usai pelantikan pantia pelaksana pada Minggu (14/02/2016) siang.
Sementara itu, Ketua pantia pelaksana pelatihan fasilitator perlindungan anak Lisa Kaawoan M.Th menyatakan, tugas yang di berikan ini sangat berat namun sebagi pelayan Tuhan, tetap mengerjakan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab, agar pelatihan ini bisa berjalan dengan sukses dan lancar terutama untuk memberikan perlindungan terhadap anak.
“Saya berharap semua teman pelayan ASM bisa bersama, bergandengan tangan, untuk sehati, bekerja dengan selalu mengucap syukur, terutama memberikan perlindungan terhadap anak yang di mulai dari keluarga sendiri,” ucap Lisa Kaawoan pada Cendana News Minggu (14/02/2016).
Lihat juga...