Kerusakan Jalan di Lampung Rugikan Sektor Jasa Ekspedisi

MINGGU, 14 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Foto: Henk Widi 

LAMPUNG — Belasan kilometer ruas Jalan Lintas Sumatra di Lampung Selatan serta beberapa ruas jalan di Jalan Lintas Timur Kabupaten Lampung Timur penghubung beberapa kabupaten masih banyak lubang yang mengganggu. Kerusakan berat yang terjadi di beberapa ruas jalan di Provinsi Lampung tersebut beberapa diantaranya dilakukan perbaikan “tambal sulam”.
Perbaikan jalan
Kondisi kerusakan di Jalinsum semakin diperparah dengan musim hujan yang mengakibatkan bebeberapa titik jalan amblas. Dampaknya, arus transportasi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini dikeluhkan oleh supir truk.
“Kami mengalami kerugian waktu terutama dengan banyaknya jalan yang rusak,”ungkap Hutabarat salah satu sopir truk ekspedisi.
Salah satu pengusaha jasa ekspedisi asal Lampung Timur, Sudiono mengkalkulasi, saat ini nilai kerugian akibat kerusakan jalan di Lampung berimbas pada biaya operasional tak terduga. Akibat kondisi jalan berlubang dua unit kendaraan pengangkut singkong miliknya harus mengalami kerusakan.
“Di wilayah Lampung Timur sebagian besar terutama di Kecamatan Mataram baru lubang di sebagian besar ruas jalan mengakibatkan as roda patah dan harus melakukan penggantian,”ungkap Sudiono.
Sebagai pelaku usaha jasa ekspedisi, kerusakan jalan menaikkan ongkos operasional menjadi sekitar 25 persen dibandingkan dengan saat kondisi jalan bagus. Perbandingan tersebut ia ungkapkan dengan rata rata biaya operasional saat kondisi jalan baik hanya sekitar Rp.3juta namun dengan kerusakan jalan dan berimbas kerusakan kendaraan maka biaya operasional membengkak.
Biaya operasional tersebut sudah termasuk biaya konsumsi pengemudi dan kernet belum termasuk pungutan yang dilakukan oleh oknum di jalan yang meminta “uang mel” yang ada di sepanjang Jalan Lintas Sumatera terutama pada malam hari dengan alasan uang keamanan. Sebagai pengusaha jasa eksepedisi mereka hanya bisa menyampaikan keluhan tersebut dari mulut ke mulut sesama pengusaha dan belum mendapat respon dari instansi terkait untuk perbaikan jalan.
Pantauan di sepanjang jalan himbauan dari pihak kepolisian dan Dinas Bina Marga masih berupa rambu rambu himbauan terkait kerusakan jalan di sejumlah titik. Beberapa warga di sepanjang Jalan Lintas Timur Sumatera bahkan sebagian berinisiatif melakukan penimbunan jalan berlubang menggunakan pasir dan batu.  
Lihat juga...