MINGGU, 21 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Koko Triarko / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Koko Triarko
YOGYAKARTA — Terhitung sejak hari ini, Minggu (21/2/2016), Kementerian Lingkungan Hidup mulai menerapkan kebijakan penggunaan plastik berbayar di sejumlah toko modern seperti supermarket dan minimarket di sejumlah kota besar di Indonesia. Kebijakan itu dilakukan guna menekan jumlah penggunaan sekaligus menekan jumlah sampah plastik. Namun, kebijakan itu dirasa akan berdampak pula pada menurunnya omset pedagang plastik di sejumlah pasar.
![]() |
| Beragam makanan kemasan plastik di Pasar Pakem |
Kebijakan penggunaan plastik berbayar hari ini mulai diberlakukan. Tidak kecuali, di Yogyakarta. Namun, kebijakan itu hanya berlaku di wilayah Kota Yogyakarta. Sedangkan di wilayah kabupaten kebijakan itu belum diberlakukan. Namun demikian, beberapa pedagang plastik di wilayah Kabupaten Sleman, tetap mengaku bingung dan sedikit khawatir jika kebijakan itu nanti akan menurunkan omset penjualan plastik.
Salah satu pedagang plastik di pasar tradisional di Pakem, Sleman, Yogyakarta, Ninik Supriyanti (37), ditemui Minggu (21/2/2016) mengatakan, terkait kebijakan plastik berbayar, ia mengaku belum mengetahuinya. Ia pun mengaku masih bingung dengan adanya kebijakan plastik berbayar itu. Saat ini, katanya, penjualan plastik juga masih banyak dan normal.
Namun demikian, ia mengaku saat ini sudah mulai mengantisipasi penurunan omset penjualan plastik, jika memang kebijakan plastik berbayar tersebut nanti akan mengurangi omsetnya. Salah satunya dengan cara menyiapkan dan memperbanyak persediaan kantong belanja dari kertas dan bekas karung atau kain.
![]() |
| Ninik Supriyanti, pedagang plastik di Pasar Pakem |
Ninik menduga, jika kebijakan plastik berbayar itu tidak akan banyak berpengaruh pada omset penjualan plastik kemasan. Pasalnya, ada beberapa jenis makanan yang kemasannya menggunakan plastik tidak bisa digantikan dengan kemasan lain.
“Tapi, kita masih menunggu saja dampaknya nanti akan seperti apa dan akan menyesuaikan”, ujar Ninik, yang bersama orangtuanya sudah puluhan tahun berjualan beragam jenis plastik di Pasar Pakem. Mulai dari plastik kemasan makanan berwarna bening dan kantong plastik kresek beragam ukuran.
Ada pun omset penjualannya setiap hari mencapai Rp. 200.000. Penjualan plastik menurutnya, hanya mengalami peningkatan signifikan di bulan puasa dan lebaran saja.
“Pada momentum Imlek tahun ini tidak ada pengaruh pada penjualan plastik”, pungkasnya.
