SENIN, 1 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Turmuzi / Editor: Sari Puspita Ayu / Ilustrasi: Turmuzi
MATARAM—Tingginya jumlah kasus demam berdarah (DBD) yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) selama satu bulan terahir membuat pemerintah daerah NTB menetapkan status waspada DBD, hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi NTB, drg. Eka Junaedi di Mataram, Senin (1/2/2016).
![]() |
“Meski belum sampai ada yang meninggal kasus DBD di NTB jumlahnya sudah sangat besar, dalam bulan Januari saja, jumlahnya sudah mencapai 208 kasus, jumlah tersebut tidak menutup kemungkinan dalam beberapa bulan ke depan, karena itu masyarakat diminta waspada” kata Junaedi di Mataram
Kewaspadaan masyarakat diharapkan bisa dilakukan dengan menjaga pola hidup sehat dan menerapkan 3M, yaitu menguras, menutup dan menguburkan. Cara tersebut merupakan cara efektif mencegah terjangkiti penyakit menular DBD
Selain itu, kata Junaedi, partisispasi masyarakat untuk pencegahan penyakit DBD juga diharapkan dilakukan melalui peran aktif saat ada gejalan DBD supaya. Segera memeriksakan diri atau anggota keluarga yang terjangkiti, jangan sampai terlambat dibawa ke rumah sakit untuk segera memeriksakan diri
“Penerapan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan merupakan satu – satunya cara paling efektif mencegah penularan DBD, pemberian pogging akan tidak akan banyak efektif, karena hanya mampu mencegah hanya dua sampai tiga hari akan muncul lagi, seperti obat nyamuk”
Lebih lanjut Junaedi menambahkan, puncak hujan dan paling berpotensi menimbulkan DBD, puncaknya biasanya bulan Februari hingga Maret.