SENIN, 15 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Foto: Henk Widi
LAMPUNG — Posisi yang berada di dekat perairan Lampung dengan beberapa pantai dan juga pulau, terus dikembangkan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menjadi konsep kota berbasis pesisir atau kawasan tepi air (waterfront city). Dalam pelaksanaannya, pengembangan dititikberatkan pada daerah tepian air, terutama Kalianda dengan tetap mengedepankan Lampung Selatan yang berbasis pariwisata, pendidikan, dan pertanian.
![]() |
| Objek wisata Dermaga Boom Kalianda |
“Kita ingin Kalianda menjadi kota pariwisata, pendidikan dan pertanian. Sehingga ke depan tidak ada lagi pembangunan di Lampung Selatan yang membelakangi laut,” kata Pelaksana tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Erlan Murdiantono saat dikonfirmasi Cendana News, Senin (15/2/2016).
Disebutkan, mewujudkannya, koordinasi satuan kerja terkait akan dilaksanakan, dan pembangunan seluruh perumahan diharuskan menghadap ke pantai atau laut.
”Supaya pembangunannya lebih terarah. Harapan kita, pembangunan wilayah perkotaan ini bisa terwujud,” ungkapnya.
Selama ini pesisir merupakan kawasan yang strategis bagi pengembangan wilayah karena memiliki karakterisitik dan keunggulan yang komparatif dan kompetitif, terutama pada daerah vital kota pesisir.
Sementara itu, salah satu anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kalianda, Sobri menilai proses dan teknik implementasi perencaaan waterfront city masih mengalami kendala. Salah satunya adalah penyediaan lahan bagi pengembangan waterfront city. Upaya yang sering dilakukan adalah mereklamasi, sedangkan beberapa pihak menilai akan mengakibatkan degradasi lingkungan yang dapat berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem kawasan pesisir.
Waterfront city juga dapat diartikan suatu proses dari hasil pembangunan yang memiliki kontak visual dan fisik dengan air dan bagian dari upaya pengembangan wilayah perkotaan yang secara fisik alamnya berada dekat dengan air dimana bentuk pengembangan pembangunan wajah kota yang terjadi berorientasi ke arah perairan.
“Kami menyambut baik rencana pemerintah namun untuk mewujudkannya tidak semudah membalikkan telapak tangan dan ini harus memerlukan kajian mendalam terutama dengan keberadaan masyarakat di pesisir yang sudah berdiam selama berpuluh puluh tahun,”ungkap Sobri.

Pantauan Cendana News, penataan kota tepi air di Kalianda telah dimulai dengan penataan dermaga Boom Kalianda dengan konsep tempat pendaratan ikan yang menyatu dengan tempat wisata. Selain itu dermaga juga digunakan sebagai lokasi sandar kapal yang akan membawa wisatawan ke Pulau Sebuku, Pulau Sebesi dan Pulau Krakatau.
Penataan tempat pelelangan ikan, tempat penjualan ikan higienis, sentra penjualan bahan bakar nelayan, serta tempat wisata telah mulai dibenahi sehingga memberi rasa nyaman bagi masyarakat. Penataan kota tepi air tersebut diharapkan masyarakat akan memberi dampak positif terutama bagi masyarakat pesisir yang berprofesi sebagai nelayan.