Jadi Pusat Studi Asean, Universitas Wiraraja Sumenep Siap Layani Masyarakat

JUMAT, 5 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Fahrul / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Fahrul

SUMENEP—Dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, salah satu perguruan tinggi mengandalkan modal percaya diri untuk menjadi Pusat Studi Asean (PSA), agar bisa membantu masyarakat dalam mengembangkan ekonominya di saat menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), sehingga produk yang ada di ujung timur Pulau Madura ini nantinya mampu bersaing di pasar internasional.

Rektor Universitas Wiraraja, Kabupaten Sumenep, Alwiyah 

Universitas Wiraraja merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang menjadi Pusat Studi Asean (PSA) di Wilayah Pulau Madura, sehingga sejak terbentuk sudah siap melayani masyarakat dalam memberikan berbagai informasi mengenai masalah ekonomi, agar masyarakat dapat memiliki wawasan maupun pengetahuan dalam mengembangkan produk usahanya supaya mampu bersaing di tingkat internasional.
Menurut Rektor Universitas Wiraraja, Kabupaten Sumenep, Alwiyah menatakan, bahwa perguruan tingginya merupakan Pusat Studi Asean (PSA) ke 14 di Indonesia, sedangkan universitas lainnya yang juga menjadi Pusat Studi Asean (PSA) mayoritas perguruan tinggi negeri (PTN), namun dengan mengandalkan rasa percaya diri dan kondisi daerah yang sangat memungkinkan akhirnya diberi kepercayaan untuk membentunya oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia.
“Wiraraja cukup percaya diri untuk menjadi Pusat Studi Asean (PSA), karena memang pusat Studi Asean tidak boleh hanya ada di kota besar, tapi di daerah juga harus punya tempat dimana masyarakat bisa bertanya menggali informasi segala sesuatu tentang apa itu Asean dan bagaimana kalau sudah Asean Ekonomi Comonity,” terangnya, Jumat (5/2/2016).
Masih kata Alwiyah, diawal tahun 2016 ini masyarakat ketika diperhatikan masih juga terlena, padahal sekarang sudah masuk Asean Economy Community, sehingga Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memang perlu dikembangkan, karena itu akan menjadi menopang ekonomi negara ini. Sebab waktu terjadi krisis, ekonomi negara terbantukan oleh para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang pada waktu tetap berdiri tegak.
“Pada waktu itu ketika peusahaan besar kolep dan kembali ke negaranya masing-masing,Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sangat membantu, sehingga mulai saat itu kembali lagi negara percaya bahwa Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) harus betul-betul didukung,” jelasnya.
Oleh karena itu keadaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sekarang ini perlu didukung penuh oleh pemeritah, baik pusat maupun daerah, sehingga perkembangan ekonomi berjalan baik sesuai dengan harapan masyarakat. Namun kenyataannya belum ada satupun pesan yang tersampaikan ke masyarakat bahwa saat ini  sudah memasuki era Asean Economy Community.
“Jadi kami sebagai Pusat Studi Asean (PSA) juga tidak bisa bekerja sendiri, karena kita ini hanya dibentuk, namun tidak punya kewenangan yang lebih, apalagi anggaran.  Intinya kami hanya memfasilitasi program dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk bisa menyampaikan banyak informasi dan pelatihan-pelatihan,” paparnya.
Untuk itu selebihnya memang harus bersinergi antara pemerintah pusat, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Perguruan Tinggi (PT) yang ditunjuk sebagai Pusat Studi Asean (PSA) dan juga pemerintah daerah. Maka dari itu saat ini harusnya sudah mengumpulkan para usaha mikro, usaha kecil menengah untuk membuat mereka sadar bahwa sekarang sudah memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
Lihat juga...