JUMAT, 05 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Agus Nurchaliq
MALANG — Alih fungsi lahan Perhutani menjadi lahan pertanian diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir bandang yang menerjang wisata alam Coban Rondo. Hal tersebut disampaikan Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Nyoto Warsono kepada Cendana News, Jumat (05/02/2016).
![]() |
| Pintu masuk objek wisata Coban Rondo |
Menurutnya, hutan gundul yang diakibat dari kebakaran hutan maupun adanya penebangan pohon yang disengaja dan kemudian dijadikan sebagai lahan pertanian merupakan penyebab terjadinya banjir bandang.
“Pepohonan di area bagian atas dari air terjun Coban Rondo sudah banyak yang ditebang dan diganti tanaman jagung sehingga saat hujan turun, sudah tidak ada lagi tanaman penyangga atau penahan,”ungkapnya.
Agar kejadian yang sama tidak terulang kembali, ia berharap kepada semua pihak agar tidak seenaknya menebang pohon dan menggantinya dengan tanaman pertanian.
Sementara itu, banjir bandang menerjang wisata air terjun Coban Rondo, Selasa (02/02/2016). Sembilan kios pedagang dan beberapa fasilitas rusak parah termasuk pipa PDAM. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.