Hujan Seminggu Sebabkan Banjir, Warga Buru Penambang Sampan

MINGGU, 28 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Aceng Mukaram / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Aceng Mukaram

MELAWI — Banjir di Desa Pal, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat, penambang sampan (tukang sampan) merupakan transportasi air yang sangat dicari warga. Efendi, misalnya. Pria kelahiran 1977 ini, mengaku, dalam sehari ia bisa mendapatkan keuntungan Rp.700 ribu.
Banjir di Kabupaten Melawi
“Hujan di sini sudah seminggu. Sekarang banjir sudah dua hari. Ini justru saya menambang dapat untung Rp700 ribu per hari,” ujar Efendi, saat ditemui lokasi banjir di Desa Pal, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Minggu 28 Februari 2016.
Ia mengatakan, banjir di Kabupaten Melawi setiap tahunnya selalu terjadi. Ia menduga, banjir disebabkan pemeliharaan sungai Melawi yang kurang dilakukan pemerintah. Padahal, sungai tersebut merupakan sumber mata pencaharian masyarakat setempat. Sungai Melawi  ini menghubungkan ke kabupaten lainnya di Kalbar.
Pantauan di pasar tradisional Melawi, banjir menggenangi seringgi satu meter. Luapan air sungai Melawi ini menyebakan sejumlah rumah terendam. Warga masih belum mengungsi, karena rumah penduduk ini berlantai dua.
“Kita di sini gak ngungsi. Rumah di sini lantai dua. Saya aja nyimpan barang-barang di lantai dua,” kata warga Kabupaten Melawi, Bahri.
Menurutnya, ia sudah menyiapkan berbagai kebutuhan disaat banjir tiba. Uang tabungan lebih sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Sebab, warga sadar banjir akan tiba setiap tahunnya.
“Saya ada nabung uang. Itu dipergunakan disaat banjir begini. Mana mungkin saya berharap pemerintah,” ujarnya, yang mengaku uang tabungannya Rp 10 juta itu. 
Lihat juga...