Dua Eks Gafatar Asal Sumenep Dipulangkan, Pemkab Siap Fasilitasi Jadi Wirausahawan

SENIN, 1 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Fahrul / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Fahrul

SUMENEP—Kedua pemuda asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur yang bergabung dengan organisasi masyarakat Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dipulangkan ke kampung halamannya sekitar pukul 09.00 WIB, pada Minggu (31/1/2016). Mereka dijanjikan oleh pemerintah daerah setempat apabila berkenan ingin mengembangkan potensi daerah akan difaslitasi. Sehingga dapat menuangkan inovasi kreatif yang bisa disalurkan kepada masyarakat bidang wira usaha.


Dua mantan anggota Gafatar diantaranya, Abdul Mufid (30) Dusun Peyangan, Desa Tambaksari, Kecamatan Rubaru dan Aminullah (31) Dusun Benasare Timur, Desa Benasare, Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep. Kedatangan mereka dijemput oleh Dinas Sosial, TNI dan pihak kepolisian Kabupaten Sumenep, di lokasi penampungan  asrama Transito Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (30/1/2016) sore, sekitar pukul 02.00 WIB tiba di Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Kabupaten Sumenep. 
Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Sumenep, Hadi Soetarto mengatakan, pihaknya sudah menawarkan kepada dua pemuda tersebut apabila ingin mengembangkan potensi daerah akan segera difasilitasi, karena untuk membangun bangsa terlebih dahulu membangun dari lokal, regional hingga nasional. “Jadi benar atau tidak secara ideologi mereka tidak terpengaruh, dia tertarik dengan lembaga Gafatar atas motifasi kakak tingkatnya saat masih di kampus pada tahun 2012 lalu,” jelasnya, Minggu (31/1/2016).

Lebih lanjut Hadi Soetarto memaparkan, bahwa daerah asal dua pemuda tersebut merupakan kampung Agropolitan, sehingga banyak potensi yang memang perlu dikembangkan untuk menjadi usaha yang dapat mengembangkan perekonomian masyarakat sekitar. Oleh karena itu mereka diharapkan ikut bergabung dengan pemerintah daerah dalam mengembangkan wirausaha, apalagi tahun ini Pemkab mencanangkan untuk mencetak wirausahawan muda.
“Optimalisasi ide-ide mereka akan kami fasilitas sesuai bakat dan kemampuannya masing-masing,” terangnya.
Sementara mantan anggota Gapatar asal Kabupaten Sumenep, Aminullah (31) menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memberikan peluang untuk bergabung dalam program pengembangan usaha mandiri di kampung halamanya. “Kami ucapkan terima kasih kepada pemerintah sudah mengajak kami untuk bergabung dalam program pengembangan usaha mandiri, sehingga kami bisa memberikan kontribusi dalam program,” jelasnya.

Hadi Soetarto

Ia menceritakan, dirinya bergabung dengan organisasi Gafatar sejak tahun 2012 pada waktu sedang kuliah di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta, sedangkan yang pergi ke Kalimantan Barat baru sekitar empat bulan lalu. Namun di organisasi tersebut tidak pernah menyinggung masalah keyakinan, namun ketertarikannya untuk bergabung karena bergerak dibidang sosial, budaya dan ilmiah. 
“Tidak ada sama sekali yang berkaitan dengan keyakinan maupun politik, jadi saat kami ditanya perihal keyakinan, kami juga bingung, karena dari awal hanya fokus pada tiga ranah itu,” ujarnya.
Pemerintah memastikan keduanya akan diterima dengan baik oleh masyarakat dikampung halamannya, sehingga nantinya mereka diharapkan menuangkan ide kreatifnya dalam mengembangkan potensi yang ada.
Lihat juga...