Derita Warga Kepulauan Sumenep yang Tak Kunjung Miliki Rumah Sakit

SENIN, 1 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Fahrul / Editor: Gani Khair / Foto: Fahrul

SUMENEP — Sungguh lengkap penderitaan masyarakat Kepulauan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Sudah tinggal di daerah yang fasilitas infrastrukturnya kurang memadai, mereka juga belum memiliki fasilitas kesehatan yang lengkap, pasalnya hingga sekarang tak kunjung memiliki rumah sakit, sehingga seringkali warga disana banyak meninggal diatas kapal saat hendak rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang berada di wilayah daratan.

Ironisnya di daerah kepulauan, fasilitas pelayanan kesehatan yang disediakan pemerintah daerah hanya pusat pembantu kesehatan masyarakat (Puskesmas), maka ketika ada pasien yang kritis harus dibawa ke rumah sakit yang ada di daratan untuk dapat dilakukan perawatan medis dengan peralatan lebih canggih. Itupun harus menempuh jalur transportasi laut yang membutuhkan waktu sangat lama.
Meski kondisi tempat pelayanan kesehatan belum memungkinkan, pemerintah daerah terkesan lepas tangan, sehingga rencana ingin membangun rumah sakit yang sejak dulu diwacanakan rupanya tak kunjung terealisasi. Padahal masyarakat sangat membutuhkan fasilitas kesehatan yang layak, agar ketika ada orang yang sakit parah bisa ditangani medis di kepulauan sendiri tanpa harus kederatan.
Tokoh Pemuda asal Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Ahmad Rahman mengatakan, masyarakat sejak lama menginginkan ada rumah sakit di wilayah kepulauan, sehingga apabila warga sedang sakit parah dan membutuhkan perawatan medis tidak harus rujuk ke rumah sakit di daratan. Karena untuk sampai ke daratan membutuhkan waktu antara 8 sampai 10 jam, sehingga apabila pasien sudah kritis menjadi sangat mengkhawatirkan.
“Kejadian warga sakit yang meninggal diatas kapal dalam perjalanan untuk rujuk ke rumah sakit itu sudah sering terjadi, maka pemerintah harus memperhatikan itu, bagaimana warga pulau bisa mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai,” jelasnya, Senin (1/2/2016).
Menurutnya, selama ini masyarakat kepulauan hanya mengandalkan Puskesmas dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, sehingga apabila di Puskesmas sudah tidak tersedia peralatan medis yang memadai, pasien tersebut harus dirujuk ke rumah sakit di daratan, supaya dapat dirawat dengan fasilitas yang memungkinkan dalam penyembuhan penyakit yang diderita. 
“Sungguh ironis jadi warga pulau, karena apabila menderita penyakit yang tidak bisa ditangani Puskesmas harus dirujuk ke rumah sakit, itupun lewat jalur laut dengan waktu yang cukup lama,” tuturnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Sumenep, Fatoni mengatakan, bahwa untuk membangun rumah sakit di kepulauan terkendala aturan dan sulitnya transportasi beserta tenaga tim medis. Sebab puskesmas disana tidak ada kuratif dan rehabilitatifnya. “Jadi untuk membangun rumah sakit daerah kepulauan masih belum bisa. Karena puskesmas yang ada tidak memenuhi standar,” terangnya.
Selain itu sambung Fatoni, apabila ingin membangunan rumah sakit di kepulauan, maka puskesmas yang ada dikepulauan harus memenuhi standart rehabilitas dan kuratifnya, tetapi sayang untuk saat ini belum terpenuhi, sehingga pembangunan rumah sakit tidak akan bisa dilaksanakan. 
“Kami berencana akan membangun rumah sakit di Kecmatan Arjasa, Kepulauan Kangean, yang nantinya akan diikut sertakan dengan rumah sakit di daratan, untuk membagi waktu dokter spesialis secara bergiliran,” pungkasnya.
Masyakarat kepulauan berharap pemerintah memperhatikan serius terhadap minimnya fasilitas kesehatan di daerah tersebut, sehingga mereka tidak selalu kebingungan apabila ingin mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.
Lihat juga...