Cari Mata Air Baru, PDAM Tirtajasa Datangkan Ahli Geolistrik

SENIN, 29 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Foto: Henk Widi 
LAMPUNG — Berkurangnya debit air ke bak penampungan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtajasa Cabang Bakauheni yang berada di Dusun Siring Itik membuat perusahaan milik daerah tersebut melakukan pencarian sumber mata air baru. 
Pencarian sumber air baru
Berdasarkan data debit air yang berasal dari mata air Gunung Rajabasa menurut Kepala Cabang PDAM Tirtajasa Cabang Bakauheni, Siswanto, pada musim normal, bisa mencapai 16 hingga 20 liter per detik. Namun semenjak kemarau panjang, hanya mampu mencapai 9,3 liter per detik.
“Kami mengambil air dari mata air di Gunung Rajabasa dan ditampung dalam bak penampungan yang kapasitasnya mencapai 1.500 meter kubik, namun sekarang menyusut drastis,”terangnya di Bakauheni, Senin (29/2/2016).
Penyusutan debit air di PDAM Tirta Jasa Bakauheni menurut Siswanto mulai terjadi pada pertengahan tahun 2015, tepatnya saat musik kemarau. Pasokan ke konsumen mengalami kekurangan dan menggangu distribusi ke sekitar 6.000 lebih warga serta beberapa perusahaan.
Penyusutan tersebut terjadi meski cukup signifikan namun berbeda dengan musim kemarau pada tahun tahun sebelumnya. Bahkan tercatat saat musim kemarau tahun ini masih lebih baik dibanding kemarau pada tahun 2007 dan 2008. Pada tahun ini debit air minimal mencapai 9.3 liter dan turun hingga 5 liter per detik. Sementara pada tahun 2008 dan 2007 bahkan pernah hanya mencapai 3 liter per detik.
Salah satu solusi yang dilakukan oleh PDAM Titrtajasa Bakauheni diantaranya dengan mencari lokasi sumber mata air baru di wilayah Bakauheni. Langkah pencarian titik sumber mata air untuk dijadikan lokasi sumur bor dilakukan dengan menggunakan tekhnik geolistrik.
“Sudah kami coba lakukan dibeberapa titik melibatkan ahli geolistrik dari ahli yang berkompeten dan sudah dicoba beberapa titik namun kita belum menemukan titik yang paling tepat,”ungkap Siswanto.
Pencarian titik sumber mata air menggunakan metode geofisika aktif tersebut yang menggunakan arus listrik untuk menyelidiki material di bawah permukaan bumi. Pencarian titik mata air dilakukan untuk memperoleh sumur bor yang debit airnya besar dan lebih presisi (tepat).
“Penambahan titik sumber mata air baru ini diharapkan mampu mengatasi kesulitan air bersih yang dialami oleh masyarakat Bakauheni dan sekitarnya,”terang Siswanto.
Pantauan Cendana News, kesulitan air bersih masih dialami masyarakat di wilayah Bakauheni dan sekitarnya. Di Desa Kelawi, sebanyak 3 penyedia jasa sumur bos tengah melakukan aktifitas pengeboran. Aktifitas mencari sumber mata air yang digunakan secara pribadi tersebut mendatangkan penyedia jasa sumur bor dari wilayah Kecamatan Sidomulyo. Beberapa warga yang memanfaatkan jasa pencarian sumber mata air dengan tekhnik pengeboran.
“Kami sudah hampir sepekan melakukan pengeboran di titik ini namun belum menemukan air, bahkan mata bor yang kami gunakan sempat patah di kedalaman sepuluh meter,”ungkap Andi salah satu operator mesin bor.
Kesulitan air bersih yang dialami masyarakat Desa Kelwai yang tinggal di perbukitan bahkan membuat warga harus membeli air bersih dari pengecer dengan harga Rp.70ribu per drum ukuran 1.000liter. Sementara bagi warga yang mampu jasa pembuatan sumur bor dengan biaya sekitar Rp.18juta-Rp.25juta mulai diminati untuk mencari sumber mata air.
Penyedia jasa sumur bor lainnya mengaku telah melakukan pengeboran di dua titik sedalam 70 meter namun belum menemukan sumber mata air. Kondisi tanah yang penuh dengan batu dan sangat sulit ditembus dengan mata bor membuat mata bor patah dan harus berpindah ke titik lainnya.
Radmiadi, salah satu warga yang menggunakan jasa pengeboran sumur bor mengaku meski mengeluarkan biaya cukup mahal namun dengan adanya sumur bor ia mengaku akan sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.
“Saya sudah menghitung biaya pembuatan dan membandingkan saat kami harus membeli air bersih ketika kemarau dan semoga hasil pengeboran segera mendapatkan sumber mata air,”ungkap Radmiadi.
Sebanyak tiga penyedia jasa pengeboran hingga tiga pekan pengeboran mata air bahkan belum satupun yang menemukan sumber mata air meski sudah menembus perut bumi sedalam 70 meter lebih. Akibatnya warga masih tetap menggunakan air bersih yang dibeli dari penjual air bersih keliling untuk kebutuhan sehari hari.
Lihat juga...