SENIN, 15 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Rustam / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Istimewa
KENDARI— Bupati Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara, Tafdil, akan berkantor secara berpindah-pindah di 22 kecamatan. Ini dilakukan untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat Bombana. Cara ini dilakukan mengikuti gaya Presiden Soeharto yang melakukan kunjungan secara diam-diam dengan sebutan incognito.
![]() |
| Hasdin Ratta, Asisten III Pemerintah Kabupaten Bombana |
Menurut informasi Hasdin Ratta, Asisten III Pemerintah Kabupaten Bombana, pada era Soeharto memimpin, dikenal istilah kunjungan diam-diam dengan incognito. Sekarang era Presiden Jokowi disebut blusukan. Incognito gaya Pak Harto tidak membawa awak media, pihak yang mendokumentasikan biasanya orang-orang yang ada di lingkaran terdekat Pak Harto.
Mantan Kabag Humas Pemkab Bombana ini menyebutkan, Bupati Bombana berkantor di 22 kecamatan guna mengevaluasi layanan publik. Kemudian untuk mengetahui kondisi nyata keadaan masyarakat di tingkat kecamatan maupun desa.
Bupati Bombana juga meresmikan proyek yang sudah dikerjakan pemerintah melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) antara tahun 2012 hingga 2015.
Hanya saja rencana incognito Bupati Bombana tidak disebutkan akan dimulai dari kecamatan mana dan berakhir dimana. Sebab hal itu sepertinya masih dirahasiakan.
Cara incognito yang pernah dilakukan Pak Harto terbilang efektif untuk melihat dan mendengarkan langsung keluhan masyarakat. Kunjungan yang tergolong rahasia ini ampuh melihat layanan pemerintah kepada masyarakat. Sehingga mampu terhimpun data yang akurat bukan hanya sekedar kunjungan.
Ketika itu Soeharto melakukan kontrol pemerintahan dengan berdialog langsung kepada tokoh masyarakat, pemuka agama dan rakyat Indonesia. Cara itulah yang ditiru Bupati Bombana, Tafdil.