Bulog Kalbar Jamin Kualitas Beras Hingga ke Tangan RTS

SELASA, 16 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Aceng Mukaram / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Aceng Mukaram

PONTIANAK — Kepala Perum Bulog Divisi Regional Kalimantan Barat, Muhammad Attar Rizal menyebutkan, di 2016 Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), mendapat jatah 2748,78 ton beras untuk satu tahun. Dengan rincian Rumah Tangga Sasaran (RTS) 15.271 dan kuantum per bulannya 229,065 ton.
Rapat koordinasi monitoring dan evaluasi pendistribusian raskin Kota Pontianak
Disebutkan, masing-masing RTS mendapat jatah 15 kilogram per bulan dengan harga tebus senilai Rp 1.600 per kilogram di titik distribusi. Kualitas beras medium dan terjamin dengan adanya penggantian 3 x 24 jam jika raskin yang diterima RTS tidak bagus.  
“Sebenarnya merujuk pada pedoman umum adalah 1 x 24 jam. Tapi kita punya kebijakan dengan tikoraskin Kota Pontianak,  kita menggantinya selama tiga hari,” ujar Muhammad Attar Rizal di Pontianak, Selasa (16/2/2016).
Ia merinci, terkait pendistribusian, pihaknya akan menjaga kualitas beras dan pengawasan mulai dari penyimpanan hingga didistribusikan.
“Juga kemungkinan terjadi dalam perjalanan dari gudang ke titik distribusi. Makanya silakan dicek begitu sampai di titik distribusi, kalau ada yang tidak sesuai dengan kriteria, kami siap menggantinya,” katanya.
Sementara itu,  Asisten Administrasi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Herry Hadad menyebutkan, sesuai dengan keputusan dari pemerintah pusat, data penerima raskin tahun 2016 ini masih menggunakan data tahun sebelumnya. Demikian pula mekanismenya tidak banyak mengalami perubahan. 
“Tahun 2015 lalu kita sudah menyelesaikan distribusi raskin 100 persen. Raskin ini diperuntukkan selama setahun,” kata Herry Hadad.
Herry Hadad  tidak menampik, jika beras raskin banyak dikeluhkan oleh penerima. Karena, kualitas yang kurang baik akibat tempat penyimpanan yang kurang memadai. Ia juga meminta Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Perumahan Kota Pontianak untuk memonitor kondisi tiap-tiap kantor lurah yang dijadikan titik pendistribusian.
“Sehingga jika ada tempat penyimpanan yang bocor bisa segera ditangani Dinas Cipta Karya. Makanya kita minta prioritaskan untuk segera mengambil raskin yang sudah datang.  Artinya, selama masyarakat belum sanggup membayarnya, kita talangkan dulu,” katanya.
Lihat juga...