Bermodalkan Tanaman Obat, Berbagai Penyakit Kronis Ditangani Sumiati

MINGGU, 14 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Turmuzi / Editor : ME. Bijo Dirajo /  Sumber Foto: Turmuzi

LOMBOK — Selain pengobatan medis, ada beberapa metode lainnya yang dapat menjadi rujukan masyarakat, terutama yang hanya memiliki dana minim untuk berobat. Salah satunya menggunakan jenis tanaman obat yang tumbuh secara alami dan bisa menjadi obat lebih mujarab. Menyembuhkan berbagai macam penyakit,  mulai dari biasa hingga kronis, asalkan tau cara pemanfaatan dan penggunaannya.
Sumiati (42) saat menunjukkan tanaman obat – obatan daun  min, di pekarangan rumahnya, BTN Kopajali, Kelurahan Tanjung Karang, Kota Mataram

“Berobat itu bisa dengan memanfaatkan tanaman obat yang tumbuh secara alami di lingkungan sekitar” kata Sumiati, ahli pengobatan berbagai penyakit dengan tanaman obat kepada Cendana News di Mataram, Minggu (14/2/2016

Disebutkan, banyak sekali berbagai jenis tanaman yang terdapat dan tumbuh di lingkungan sekitar untuk dimanfaatkan sebagai obat, selain alami dan jauh dari zat kima, juga lebih murah untuk didapatkan.
Berbekal pengalaman mengobati penyakit lever yang pernah diderita suaminya selama tiga tahun menggunakan tanaman obat – obatan, sejak saat itulah perempuan yang juga aktivis buruh migran yayasan TIFA Poundation tersebut mulai menekuni budidaya dan pengobatan berbagai penyakit  hanya dengan bermodalkan racikan tanaman obat – obatan.
“Saya menekuni budidaya dan pengobatan menggunakan tanaman obat – obatan sudah 17 tahun, yaitu sejak tahun 1993 berangkat dari pengalaman mengobati suami dan sejak saat itu ratusan masyarakat penderita penyakit kangker, kencing manis, darah tinggi dan beberapa jenis penyakit lain, “ungkapnya.
Ia mengatakan, rata – rata pasien yang pernah ditangani mengidap penyakit kronis dan menahun, bahkan ada yang sudah sampai 30 tahun, keluar masuk rumah sakit menjalani perawatan medis, datanya ada semua, jumlahnya ada 400 orang
Ditambahkna, pasien yang pernah ditangani juga tidak saja dari NTB, tapi juga sampai ke luar daerah, antara lain, Jakarta, Bali,Nusa Tenggara Timur (NTT) dan beberapa daerah lain di Indonesia baik yang datang secara lansung maupun melalui telpon.
“Pengobatan yang dilakukan, ada yang datang langsung ke rumah di BTN Kopajali, Tanjung Karang Kota. Mataram bagi yang rumahnya dekat dan cukup melalui telpon bagi pasien yang rumahnya jauh,”sebutnya.
Kalau yang rumahnya jauh, kata ibu dua anak yang akrab disapa mbak Sum tersebut, cukup hanya menceritakan secara detail ciri – ciri penyakit yang diderita, apa yang dirasakan selama sakit, setelah itu baru dirinya tau, tanaman apa yang cocok menjadi obatnya serta menjelaskan cara meraciknya.
Dalam proses pengobatan diberikan kepada setiap masyarakat, mbak Sum tidak menentukan tarif, seikhlas yang diobat. Pasien hanya diminta uang peganti pembelian bungkus kapsul tempat dimasukkannya tanaman obat racikan.

Bisa memberikan pertolongan kepada masyarakat, bagi Sumiati merupakan suatu kebahagiaan. Karena sifat penolong itulah, Sumiati banyak dikenal banyak orang, mulai dari kalangan pejabat pemerintahan, aktivis hingga masyarakat biasa, baik dari NTB maupun luar daerah.

“Masalah pembayaran saya tidak ada ketentuan, seikhlas masyarakat yang mendapatkan pengobatan saja, terpenting bisa menolong dan membantu menyembuhkan penyakit diderita masyarakat saja adalah sebuah kebahagiaan” kata Sumiati.

Lihat juga...