KAMIS, 25 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Foto: Henk Widi
LAMPUNG — Upaya menjangkau warga di wilayah pedesaan memperoleh layanan kesehatan, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Rawat Inap Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung gencar melakukan kegiatan Puskesmas Keliling (Pusling). Petugas kesehatan melakukan layanan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat secara cuma cuma dari berbagai usia.
| Seorang warga sedang melakukan pemeriksaan di Puskesma Keliling |
Seorang dokter dari Puskemas Penengahan, Dr. Alfan menyebutkan, kegiatan tersebut sangat penting dilakukan, terutama bagi wilayah pelosok pedesaan, terumata yang sulit diakses. Tujuannya untuk memberikan dan memudahkan pengobatan kepada warga di puluhan desa yang ada di Kecamatan Penengahan.
“Program Pusling sangat membantu warga, baik dari segi biaya maupun dari segi jarak tempuh. Puskesmas keliling yang lengkap dengan dokter dan petugas lain langsung mendatangi warga yang ingin memperoleh layanan kesehatan,” ungkap Dr. Alfan mewakili kepala Puskesmas Rawat Inap Penengahan Erwin kepada Cendana News, Kamis (25/2/2016).
Kegiatan Pusling yang selama ini dilakukan secara rutin menurut Dr. Alfan melibatkan sebanyak 1 orang dokter, 1 perawat, 1 bidan desa, 1 bidan Puskes, 1 bagian obat, 1 pengemudi ambulan. Sementara fokus jangkauan Pusling merupakan dusun di sebanyak 22 desa yang ada di Kecamatan Penengahan yang jaraknya puluhan kilometer menuju Puskesmas rawat inap Penengahan.
Sementara itu, dalam mendapatkan hasil maksimal, sehari sebelum pelaksanaan, pihaknya berkoordinasi dengan pihak desa setempat untuk memberitahukan kepada warga seperti hari ini dilakukan di Dusun Banyuurip Desa Kuripan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan. Setelah mendapatkan pemberitahuan yang juga dilakukan pagi hari sebelum kegiatan, antusiasme masyarakat sangat terlihat, terutama kaum ibu yang mengajak serta anak-anak untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.
“Sebagian besar kaum perempuan dan anak anak melakukan pemeriksaan terkait gangguan kesehatan selama musim penghujan ini sementara beberapa warga lanjut usia melakukan tes hipertensi,”ungkap Alex salah satu petugas Puskesmas Penengahan.
Alex mengungkapkan, kegiatan Puskesmas Keliling ini dimulai dengan proses pendaftaran. Kemudian warga diberikan nomer urut berdasarkan urutan kedatangan dan dipersilahkan untuk menunggu di ruang tunggu yang telah disediakan. Sekitar pukul 08.30, warga yang mendaftar sudah mencapai 50 orang dan terus bertambah. Jam 09.15, warga mulai dipanggil satu persatu untuk memulai konsultasi dan pemeriksaan kesehatan. Setelah itu, warga akan mendapatkan resep obat dan selanjutnya kertas resep diberikan ke bagian farmasi (obat).
Ia mengaku pelaksanaan Pusling yang masih menggunakan sarana sederhana di dusun atau desa yang dituju dan selama ini masih tetap diminati masyarakat. Bahkan meski pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dilakukan di pinggir lapangan atau balai desa, antusias warga tetap terlihat. Di sisi lain pelaksanaan Pusling bisa digunakan sebagai sarana penyuluhan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat agar bisa menghindari berbagai gangguan kesehatan.
“Jika penyuluhan langsung dilakukan oleh Puskesmas lengkap dengan pengobatan warga lebih percaya dan sangat terbantu sehingga pusling benar benar diterima masyarakat,”ungkap Alex.
Seorang warga Dusun Banyuurip, Mastun (32) mengungkapkan, dirinya sangat terbantu dengan kegiatan Pusling yang datang menggunakan kendaraan ambulance lengkap dengan petugas medis ke desanya. Ia mengaku dalam sepekan ini banyak anak anak dan warga di Dusun Banyuurip yang mengalami gangguan kesehatan setelah musim penghujan datang.
“Kami sementara membeli obat di warung, tapi syukurlah ada kegiatan Pusling, jadi kami bisa periksa ke dokter dan langsung diberi obat secara gratis,”terang Mastun yang membawa anak perempuannya untuk berobat.
Mastun menuturkan, kegiatan Pusling diharapkan bisa dilakukan secara rutin menjangkau dusun dusun di pelosok yang jauh dari Puskesmas, sehingga kaum perempuan dan lanjut usia bisa berobat dengan gratis. Selama ini warga yang mengalami gangguan kesehatan harus mendatangi bidan atau ke Puskemas yang jaraknya cukup jauh dari desa tempat tinggal mereka. Selain mendapat pemeriksaan terkait kesehatan warga mengaku mendapat keuntungan memperoleh obat secara gratis.