SENIN, 1 JANUARI 2016
Jurnalis: Koko Triarko / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Koko Triarko
YOGYAKARTA — Selain banjir dan angin ribut atau puting beliung dan longsor, ancaman tak kalah berbahaya di musim penghujan adalah wabah demam berdarah. Kendati sudah bertahun-tahun terjadi, namun di sejumlah daerah masih saja terjadi wabah demam berdarah yang menimbulkan korban jiwa.

Selama ini, upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya wabah demam berdarah adalah dengan memberantas jentik nyamuk aides aegypti dan pengasapan atau fogging. Namun, cara itu selama ini dipandang kurang efektif menekan berjangkitnya wabah demam berdarah. Karenanya, sejumlah peneliti Universitas Gajah.
Mada selama ini berupaya mencari cara efektif. Hasilnya, ditemukan sebuah cara pencegahan yang efektif dan alami. Yaitu, dengan cara menyuntikkan bakteri walbachia ke tubuh nyamuk sehingga tak lagi bisa menyebarkan virus dengue penyebab demam berdarah. Cara itu pun kemudian diperkenalkan kepada Dinas Kesehatan Provinsi DIY dan disambut baik.
Bakteri walbachia merupakan bakteri alami yang banyak ditemukan pada beberapa serangga di Indonesia, seperti lalat buah, ngengat, kupu-kupu, capung dan nyamuk aides albapictus yang masih berkerabat dengan nyamuk aides aegyti penyebab demam berdarah. Nyamuk yang sudah diberi bakteri walbachia akan mencegah perkembang-biakan virus dengue, dan nyamuk berwalbachia itu akan menyebarkan bakteri walbachia melalui perkawinan dengan nyamuk lain. Maka, dengan cara itu, dalam kurun waktu tertentu nyamuk-nyamuk aides aegyti akan tidak bisa lagi menyebarkan virus dengue.
Terhadap temuan itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DI Yogyakarta, Arida Utami, ditemui Senin (1/2/2016) mengatakan, jika cara kerja bakteri walbachia itu nanti terbukti mampu mengurangi penyebaran virus dengue secara signifikan, bukan tidak mungkin cara tersebut juga akan dilakukan di seluruh Indonesia. Diungkapkannya, demam berdarah telah menjadi ancaman tahunan dan bisa menyerang siapa pun. Lingkungan yang kumuh dengan kondisi banyak genangan air di sejumlah tempat, baik di dalam got, saluran air maupun kandang ternak dan sejenisnya menjadi tempat yang subur bagi pertumbuhan nyamuk penyebab demam berdarah.
Sementara itu, katanya, masyarakat selama ini cenderung melakukan fogging atau pengasapan, yang sebenarnya justru berdampak negatif bagi kesehatan manusia karena kandungan kimiawinya. Karena itu, cara lama yang masih efektif dan aman untuk mencegah virus dengue adalah dengan melakukan kegiatan 3 M, yaitu menutup, menguras dan mengubur. “Tiga langkah itu efektif mencegah menetasnya telur nyamuk aides aegypti”, pungkasnya.