MINGGU, 7 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Foto: Henk Widi /
LAMPUNG — Asosiasi Kepala Desa (Apdesi) Lampung Selatan menyayangkan terjadinya insiden pemukulan yang dilakukan oknum anggota Polres Lampung Selatan, Bripka S kepada seorang guru di SDN Agom dan Kepala Desa Agom, Kecamatan Kalianda, Muksin Syukur pada Sabtu (06/02/2016).
![]() |
| Rumah Anggota Polres Lamsel yang dirusak warga |
Ketua Apdesi Kecamatan Kalianda, Muzani mengatakan, insiden pemukulan tersebut tidak seharusnya dilakukan oleh seorang aparat kepolisian yang menjadi pengayom masyarakat.
“Tidak habis pikir kenapa bisa terjadi pemukulan itu, seharusnya sebagai aparat kepolisian itu menjadi pengayom masyarakat, apalagi penyebabnya hanya karena persoalan yang seharusnya masih bisa dimusyawarahkan, “ungkap Muzani yang juga Kepala Desa Merak Belantung Kecamatan Kalianda kepada Cendana News, Sabtu malam (06/02/2016).
Ia juga menyayangkan aksi susulan perusakan rumah yang merugikan pemilik rumah secara material.
Pasca kejadian tersebut, Kapolres Lampung Selatan AKBP Adi Ferdian Saputra langsung melakukan mediasi di rumah kepala Desa Agom. Muksin Syukur. Usai mediasi sejumlah aparat dikerahkan menjaga lokasi dengan dipimpin Wakapolres Lampung Selatan Kompol Sastra Budi dan Kabagops Polres Lampung Selatan Kompol Yustam.
Sikap menyayangkan aksi pemukulan oknum polisi tersebut juga diungkapkan Mastur, Ketua Apdesi Lampung Selatan. Mastur mengungkapkan atas kejadian pemukulan yang dilakukan oknum polisi tersebut, pihaknya mengecam keras atas tindakannya tersebut.
“Saya sangat menyayangkan dan mengecam aksi pemukulan itu. Terlebih saat kejadian pemukulan, katanya oknum polisi tersebut mengenakan seragam training olahraga bertuliskan kepolisian,”ujarnya.
Berdasarkan informasi dan keterangan yang didapat Cendana News di lokasi kejadian, Bripka S melakukan pemukulan terhadap siswa Sekolah Dasar (SD) Agom bernama YP (11) lantaran tidak terima anaknya yang bernama F (11) didorong – dorong di sekolahnya karena raketnya secara tidak sengaja dirusak.
Selain itu, Bripka S juga memukul Suharto (30) selama satu kali, guru olahraga SD setempat dan Kepala Desa Agom, Muksin Syukur yang berusaha menyelesaikan masalah tersebut.
Suharto yang ditemui di Desa Agom mengaku tidak menduga Bripka S memukul dirinya. Ia bahkan mengaku saat dipukul sempat mengelak sehingga aksi baku hantam tidak berlanjut.
“Saya langsung mengatakan agar masalah diselesaikan baik-baik, namun justru pelaku memukul saya dan saya tangkis,”ungkap Suharto yang merupakan guru olahraga di SD Agom.
Atas kejadian itu, puluhan massa warga desa setempat geram dan merusak rumah Bripka S. Dan Kades Agom melaporkan oknum polisi itu ke Propam Polres Lampung Selatan.
Pantauan Cendana News hingga Minggu (7/2) anggota polisi dari Polres Lampung Selatan masih berjaga di rumah Bripka S yang sebagian sudah hancur pada bagian kaca, perabotan dan dipasangi garis polisi.