![]() |
| Lokakarya lembaga pers Dr Soetomo di Balikpapan |
Tren
- Serangan AS‑Israel ke Iran Perspektif Hukum Internasional
- Zakat Instrumen Keadilan Sosial
- Kontrak Sosial dalam Islam
- Korporasi Transmigran dan Defisit Kedelai
- Antek Asing vs Resiprositas
- Pola Kritik Era Prabowo
- Ekonomi Ramadhan
- BEM dan Mental Inlander
- LPDP Prioritas Aktivis
- Ekonomi Pancasila dan Implementasinya
SELASA, 26 JANUARI 2016
Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN—Untuk memperkaya wawasan perubahan iklim dan meningkatkan mutu peliputan wartawan tentang perubahan iklim dan lingkungan hidup, Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) dan Kedubes Norwegia menggelar lokakarya jurnalistik pada sejumlah wartawan media cetak, elektronik dan online di Balikpapan selama dua hari 26-27 Januari 2016.
Direktur Eksekutif Lembaga Pers Dr Soetomo, Priyambodo mengatakan lokakarya ini sudah dilaksanakan lebih dari 30 Provinsi di Indonesia agar wartawan memahami metode peliputan perubahan iklim.
“Sekarang tiba-tiba ada kebakaran hutan kemudian muncul beritanya. Tapi tidak diulas penyebab kebakaran. Peliputan harus mulai dari perencanaan hingga hasil akhirnya,” ungkapnya saat pembukaan lokakarya di Balikpapan.
Menurutnya, perubahan iklim ini menjadi isu yang penting karena berdampak pada lingkungan hidup sekitar. Dalam lokakarya ini mendatangkan berbagai narasumber yakni pemerintah sebagai pembuat kebijakan, swasta dan lembaga di daerah.
Priyambodo menjelaskan dalam lokakarya akan dipaparkan teknik efektif meliput perubahan iklim, pelatihan penulisan feature atau artikel berkedalaman dan evaluasi dari karya tulisan.
“Harapannya dari lokakarya ini adalah setiap wartawan atau peserta di masing-masing kota akan menulis artikel tentang perubahan iklim, khususnya mengenai kerusakan lingkungan hutan, penanggulangannya lewat adaptasi, mitigasi agar pembaca memahami tulisan,” ulasnya.
Dalam kesempatan yang sama, salah satu peserta lokakarya Didi mengatakan ikut dalam lokakarya ini baru pertama kali dan ternyata banyak hal menarik dalam peliputan perubahan iklim. “Jadi pengalaman baru dan ilmu baru khususnya peliputan perubahan iklim,” ungkap wartawan Media cetak di Balikpapan, Selasa (26/1/2016).
Ia menambahkan banyak bahasa ilmiah yang khusus digunakan untuk penulisan bidang perubahan iklim.”Seperti pengertian adaptasi didalam penulisan untuk perubahan iklim artinya usaha mengurangi resiko dampak lingkungan,” ujarnya.
Lihat juga...