SELASA, 26 JANUARI 2016
Jurnalis: Fahrul / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Fahrul
SUMENEP—Penyakit Demam Berdarah (DBD) di wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai menelan korban. Beberapa waktu lalu seorang pasien bernama Ayu Dwita (1) balita asal Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di salah satu rumah sakit di Surabaya.
![]() |
| Pasien DBD yang Sedang Dirawat Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh. Anwar, Kabupaten Sumenep. |
Korban yang masih balita itu diduga meninggal akibat keterlambatan diagnosis (identifikasi mengenai sesuatu, digunakan dalam salah satunya dunia medis), sehingga penyakit pasien yang diakibatkan Virus Dengue tersebut tidak bisa disembuhkan-selamatkan dan meninggal dunia saat dirawat di rumah sakit.
Padahal musim hujan di daerah ini masih belum lama, namun penderita penyakit demam berdarah sudah meluas ke wilayah kecamatan baik daratan maupun kepulauan.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Fatoni, hingga saat ini penderita penyakit demam berdarah sudah mencapai 55 orang dan satu orang meninggal dunia. Menurutnya, Kabupaten Sumenep masuk kategori rawan Demam Berdarah (DBD).
![]() |
| Pasien DBD yang Sedang Dirawat Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh. Anwar, Kabupaten Sumenep. |
“Bahkan wabah demam berdarah tahun ini lebih ganas dari tahun sebelumnya, sebab kebanyakan pasien terjangkit selama tiga hari sudah parah dan harus dilakukan rawat inap,” tuturnya, Selasa (26/1/2016).
Lebih lanjut Fatoni menjelaskan, bahwa saat ini virus menyerang warga tersebut memiliki gejala berbeda dengan biasanya, pasalnya penderita saat ini tidak mengalami panas yang cukup tinggi, tetapi itu lebih berbahaya, sebab dalam kurun waktu hari kelima tanpa ada perawatan, maka akan mengalami kritis.
“Jadi masyarakat merasa ringan, karena gejala yang dialami penderita demam berdarah berbeda dengan biasanya. Kalau sekarang hanya mual, panas tidak terlalu tinggi, berbeda dengan tahun lalu yang biasanya sampai mengeluarkan darah dari hidung,” paparnya.
![]() |
| Pasien DBD yang Sedang Dirawat Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh. Anwar, Kabupaten Sumenep. |
Sementara salah satu orang tua pasien DBD, Wita (37) mengaku, bahwa anaknya sebelumnya sempat dirawat di Puskesmas, namun karena kondisinya semakin memburuk kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh. Anwar Sumenep. .
“Semoga anak saya segera pulih serta mendapat penangan medis secara maksimal, karena khawatir bila tidak mendapat penanganan maksimal akan bertambah buruk,” harapnya.
Hingga saat ini, jika dilihat dari jumlah penderita, mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2015 yang mencapai ratusan pasien. Hal ini disebabkan oleh tindakan antisipasi yang dilakukan oleh pemerintah setempat dengan mengerahkan semua Puskesmas untuk melakukan penanggulan dengan melakukan pengasapan di berbagai wilayah dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang penyebab penyakit DBD.

