Rusa Totol Asal India Akan Dijadikan Pedaging

MINGGU, 24 JANUARI 2016
Jurnalis: Koko Triarko / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Koko Triarko 

YOGYAKARTA—Pusat Inovasi Agroteknologi Universitas Gajah Mada (PIAT UGM) Yogyakarta, mengembang-biakkan rusa sebagai sumber protein hewani alternatif, untuk menambah sumber protein hewani yang selama ini hanya dari sapi dan kambing. Daging rusa diklaim memiliki sejumlah kelebihan dan relatif mudah dikembang-biakkan.


Seiring dengan kebutuhan protein hewani yang terus meningkat, PIAT UGM Yogyakarta berupaya mencari sumber protein hewani dari jenis hewan lain. Salah satunya, rusa. Saat ini, sudah ada sebanyak 40-an ekor rusa dari dua spesies berbeda yang sedang dicoba untuk dikembang-biakkan sebagai sumber protein hewani alternatif bagi masyarakat.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan PIAT UGM Yogyakarta, DR. Dhirgo Aji, ditemui Minggu (24/1/2016) menjelaskan, rusa yang hendak dikembangkan sebagai sumber protein atau sebagai rusa pedaging berasal dari jenis totol yang habitat aslinya dari India. Selain tekstur dagingnya lebih lembut, kata Dhirgo, daging rusa juga rendah kolestrol dan kandungan proteinnya lebih tinggi dibandingkan daging sapi dan kambing.
Adapun gagasan untuk mengembang-biakkan rusa sebagai sumber protein hewani, menurut Dhirgo, karena selama ini Indonesia masih kesulitan memenuhi kebutuhan akan protein hewani yang selama ini hanya berasal dari sapi dan kambing. Namun demikian, jelasnya, tidak semua jenis rusa boleh diperuntukkkan sebagai hewan konsumsi. 
“Hanya rusa jenis totol asal India saja yang dikembangkan untuk sember protein, sedangkan rusa timor asli Indonesia dikembangkan sebagai upaya konservasi agar tidak punah”, jelasnya. 
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan PIAT UGM Yogyakarta, DR. Dhirgo Aji
Namun demikian, rencana menjadikan rusa totol sebagai sumber protein hewani bagi masyarakat masih menemui kendala. Menurut Dhirgo, kendala itu adalah lambatnya perkembang-biakan hewan rusa yang hanya bisa beranak satu ekor per-tujuh bulan. Karena itu, pihaknya kini sedang melakukan berbagai cara untuk mempercepat perkembang-biakkannya dengan menerapkan teknologi inseminasi buatan.  
Beberapa langkah yang sudah dilakukan untuk meningkatkan reproduksi rusa totol, kata Dhirgo, antara lain dengan memberikan obat hormonal yang memacu rusa agar cepat kawin. Selain itu, juga dengan cara mengawinkan silang dengan pejantan unggul dari jenis rusa timor untuk mendapatkan generasi rusa totol yang berkualitas lebih baik. Jika telah bisa berkembang pesat, masyarakat yang ingin mengembang-biakkan rusa totol bisa membeli bibitnya di PIAT UGM. Dhirgo mengatakan, mengembang-biakkan rusa totol tidak sulit. Hanya membutuhkan kandang yang nyaman dan tidak membuat rusa stress. 
Lihat juga...