PT ASDP Bakauheni Siap Hadapi MEA

KAMIS, 28 JANUARI 2016
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Gani Khair / Foto: Henk Widi

LAMPUNG—Pemberlakuan perdagangan bebas di kawasan ASEAN atau dikenal dengan istilah ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) awal tahun 2016 merupakan peluang sekaligus tantangan bagi PT ASDP yang mengelola jasa penyeberangan di lintasan Selat Sunda sekaligus dengan dibangunnya Tol Trans Sumatera.


Pemberlakuan MEA dan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera, menurut Lamane selaku Direktur Usaha PT ASDP Pusat, mendorong terciptanya komitmen untuk semakin meningkatkan kualitas pelayanan agar pengguna jasa penyeberangan tidak beralih ke moda transportasi lain. (Baca: Serahterima Jabatan GM ASDP Bakauheni, Serahterima Amanah untuk Memberi Pelayanan Terbaik).
Pengelolaan penyeberangan lintasan Selat Sunda saat ini berdasarkan catatan PT ASDP Bakauheni terus bersaing dengan moda transportasi udara ang lebih cepat sehingga pelayanan kapal di Selat Sunda oleh sebanyak 19 perusahaan pelayaran dan sekitar 45 kapal harus lebih ditingkatkan.
Lamane mengungkapkan pemberlakuan MEA menjadikan arus pergerakan barang dan jasa baik pengguna jasa pribadi maupun perusahaan terus meningkat.
Pelayanan PT ASDP di lintasan Selat Sunda harus meningkatkan pelayanan untuk menyeberangkan pengguna jasa yang mengangkut keperluan  industri ,jasa, barang demi penguatan ekonomi Indonesia dari sisi transportasi laut.
Lamane juga menambahkan, persaingan usaha akan semakin meningkat seiring dengan pemberlakuan MEA. Seluruh pelaku usaha dari 10 negara ASEAN boleh keluar masuk dengan fasilitas Mutual Recognition Arrangement (MRA). Ia menilai, peran Komite Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan semakin penting dalam menjaga iklim persaingan usaha supaya tercipta kondisi usaha efisien dan mensejahterakan rakyat, iklim usaha yang kondusif, dan tidak adanya praktik monopoli.
“Pemilik kapal yang ada di lintasan Selat Sunda harus siap menyediakan pelayanan terbaik dan kompetitif  agar seluruh pengguna jasa pelayaran benar benar tidak kecewa,”ungkap Lamane.
Sebagai salah satu perusahaan BUMN yang dipercaya mengelola jasa pelayaran di Lintasan Selat Sunda, PT ASDP diharapkan  tidak perlu ragu, tidak perlu khawatir. Yang paling penting adalah bagaimana yang belum baik diperbaiki. Yang belum efisien diefisienkan. Yang tidak punya daya saing diperbaiki agar mempunyai daya saing. Demikian Lamone menutup pernyataannya kepada Cendana News, Kamis (28/1/2016).
Lihat juga...