MINGGU, 17 JANUARI 2016
Jurnalis: Aceng Mukaram / Editor: Sari Puspita Ayu / Ilustrasi: Aceng Mukaram
PONTIANAK—Krisis listrik nampaknya merata di hampir seluruh provinsi di Indonesia. Di Kalimantan Barat misalnya, dalam sehari pemadaman listrik bisa terjadi 6 (enam) kali. Keluhan warga terkait dampak yang dialami atas pemadaman listrik tersebut seolah tidak cukup jadi alasan bagi PLN untuk memperbaiki layanannya.

“Ini kipas angina rusak. Padahal belum setahun saya beli. Ini akibat listrik dimatikan tiba-tiba. Enam kali pemadaman listrik di tempat kami,” ujar warga Kota Pontianak, Nasirin (60). Ia menjelaskan, kondisi listrik di wilayahnya belum disikapi secara serius oleh pemerintah setempat. Padahal, kebutuhan listrik sangat penting.
“Inilah yang kita sesalkan, mengapa pemerintah seolah-olah menutup diri dengan kondisi listrik ini. Kami bayar listrik tepat wakyu. Saya sering tanya ke layanan PLN 123, jawababannya; lagi ada perbaikan alat di sekitar,” katanya.
Bahkan, ia melanjutkan protes pada PLN wilayah Kota Pontianak dan Provinsi Kalbar (Kalimantan Barat) juga sering dilakukan terkait seringnya mati listrik. “Kami demo dengan warga di sini. Tanggapannya sama; lagi perbaikan alat katanya,” jelasnya.
Akibat seringnya mati listrik, warga rela membeli minyak tanah dan lilin untuk menerangi rumah mereka.
“Anak saya hidungnya sampai hitam gara-gara kena asap lampu pelita. Saya juga beli minyak Rp 3 ribu perliter. Saya juga beli lilin, Ini kan sama saja kebutuhan hidup kami tambah naik, padahal kami sudah alokasikan dana untuk listrik tapi tidak mendapat layanan maksimal” ujarnya.