RABU, 6 JANUARI 2016
Jurnalis: Rustam / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Rustam
KENDARI–Pelambatan ekonomi Indonesia yang terjadi tahun 2015, berimplikasi terhadap meningkatnya jumlah penduduk miskin di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
![]() |
| Adi Nugroho |
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, angka kemiskinan di Provinsi Sultra mengalami peningkatan pada periode Maret hingga September 2015.
Menurut Adi Nugroho, Kepala BPS Sultra, pada bulan Maret tahun 2015, jumlah penduduk miskin 321,88 ribu orang (12,90 persen). Bila dibandingkan pada bulan September terjadi kenaikan jumlah penduduk miskin. Jumlahnya mencapai 345,02 ribu orang (13,74 persen).
Penambahan jumlah penduduk miskin itu terjadi di wilayah perdesaan dan perkotaan di Sultra. Di perdesaan, angka penduduk miskin pada bulan Maret sebanyak 269,82 ribu. Kemudian naik pada bulan Desember berjumlah 288,25 ribu.
Meski terjadi peningkatan kemiskinan, Pemerintah Provinsi Sultra terkesan tidak peduli dengan angka yang dilansir BPS ashlSultra. Pemprov Sultra tetap fokus pada proyek mercusuar yang tidak bersentuhan langsung masyarakat, demi menekan angka kemiskinan.
Misalnya saja, Nur Alam Gubernur Sultra merencanakan membangun lapangan Golf di Pulau Bokori. Diperkirakan dana APBD yang dibutukan sebesar Rp 25 Miliar.
Mega proyek lain, yakni pembangunan Jembatan Bahteramas yang menelan dana APBN Rp 750 Miliar dalam kurun waktu 3 tahun.