Meski Harga BBM Turun, Harga Sayuran di Balikpapan Masih Naik

RABU, 6 JANUARI 2016
Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Gani Khair / Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN—Turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) sejak kemarin (6/1) mulai diberlakukan. Namun penurunan harga tersebutmasih ditanggapi biasa saja dari beberapa warga Balikpapan.

Salah satu SPBU di Balikpapan


Beberapa faktor yang menyebabkan kurang antusiasnya warga menyambut penurunan harga BBM. “Turunnya sedikit ga pengaruh sama harga kebutuhan pokok dan sayuran. Buktinya sekarang harga sayuran masih naik kayak bawang merah sama daging ayam,” kata Kurnia, Rabu (6/1/2016).
Menurutnya, turunnya harga BBM harusnya harga-harga juga ikut turun dan tarif angkutan kota juga belum turun.
“Kalo harga bbm turun harusnya harga yang lain juga turun. Giliran bbm naik semua harga naik,” keluh ibu rumah tangga ini.
Sementara itu, Berdasarkan data PT Pertamina (Persero) harga bahan bakar di wilayah Kalimantan lebih rendah dibandingkan harga di Pulau Jawa, Madura dan Bali. Pemerintah mematok premium Rp 6950, sementara di Jawa dan sekitarnya Rp 7050. 
“Untuk harga solar semua daerah sama, yakni Rp 5650,” terang Communication and Relations Kalimantan PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VI, Bagja Mahendra.
Selain BBM subsidi, Pertamina juga menurunkan BBM nonsubsidi. Harga apertamax menjadi Rp 8950, Pertamina Dex Rp 10900, Pertalite menjadi 8100 dan solar keekonomian menjadi Rp 8800.
Selain bahan bakar cair, secara serentak pemerintah juga menurunkan harga gas 12 kilogram menjadi Rp 5900 untuk gas reguler, dan Rp 4900 untuk bright gas.
Dalam penjelasannya, Bagja Mahendra mengatakan efek penurunan harga bahan bakar baik minyak maupun gas baru dapat diketahui paling cepat dalam sepekan. 
“Sampai sekarang ini masih berada di ruang satgas untuk mencatat data realisasi penggunaan BBM dihari pertama penurunan harga,” tutupnya.
Lihat juga...