SELASA, 12 JANUARI 2016
Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Charolin Pebrianti
SURABAYA—Pihak Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) mengaku tidak tahu menahu soal hilangnya salah satu mahasiswanya, Erri Indra Kautsar (20 tahun) mahasiswa Jurusan Elektronika Semester 5, yang menghilang sejak tanggal 17 Agustus 2015 malam.

Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Indra Aji Sulistyono mengatakan pihak kampus mengetahui kabar hilangnya Erri dari pihak keluarganya. Pada Bulan Agustus saat Erri hilang, keluarga berusaha mencari namun, usahanya gagal. Lalu Bulan September, ibunda Erri meminta cuti untuk anaknya. (Baca: Gabung Gerakan Fajar Nusantara, Mahasiswa Surabaya Menghilang).
“Ibunya berinisiatif untuk mengambilkan cuti anaknya selama satu tahun, setelah anaknya tidak masuk perkuliahan pada minggu kedua, semester ganjil,” terangnya kepada Cendana News, Selasa (19/1/2016).
![]() |
| Erri Indra Kautsar |
Pria berkaca mata ini menambahkan, jika mahasiswa aktif tidak masuk selama satu minggu maka langsung dipecat atau DO (Drop Out). Itu sebab ibu dari Erri langsung mengambil inisiatif mengambilkan cuti untuk anaknya.
“Di lingkungan kampus, Erri tergolong seperti mahasiswa pada umumnya, tidak menonjol. Namun, cenderung pendiam ya,” ujarnya.
Suharijono (50 tahun) ayahanda Erri mengungkapkan, ia terakhir bertemu dengan putranya pada 17 Agustus 2015, tepatnya sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, Erri pamit hendak keluar rumah. Ia lalu dijemput oleh temannya, Bisma Permana (18 tahun) yang juga ikut dalam Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).
“Ketika ditanya, dia (Erri) hanya bilang mau ada proyek dengan temannya sambil membawa kardus, dan tas ransel,” ungkapnya saat ditemui di Perumahan Angkatan Laut (AL) Jalan Suripto Nomor 26, Kenjeran Surabaya.
Setelah kejadian tersebut, Suharijono menemukan surat yang ditulis tangan oleh putranya dan menyatakan kalau dirinya tidak perlu dicari dan akan pulang pada waktunya.
“Saya sadar, anak saya pasti hilang. Ketika dihubungi ponselnya, sudah tidak aktif. Dan ketika dilacak, tempatnya selalu berpindah-pindah,” tegas Suharijono.
Suharijono pun melaporkan kasus tersebut kepada kepolisian setempat tanggal 28 Agustus 2015, namun hingga kini putranya belum diketahui keberadaannya.”Makanya saya berharap, polisi bisa segera menemukannya, karena saya sama istri sudah sangat resah,” tuturnya.
