SABTU, 16 JANUARI 2016
Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Ferry Cahyanti
(teks foto Kepala Badan Lingkungan Hidup Suryanto)
BALIKPAPAN—Menindaklanjuti kebijakan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait kantong plastik berbayar, Pemerintah Kota Balikpapan berencana mengumpulkan pengelola pusat perbelanjaan di Balikpapan untuk mengganti penggunaan kantong plastik dengan tas organik.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Balikpapan Suryanto menuturkan sejumlah pusat perbelanjaan sudah diminta sebelum kebijakan itu dikeluarkan namun masih dalam tahap himbauan. “Jauh sebelum aturan itu, kami sudah meminta pusat perbelanjaan di Balikpapan tidak menggunakan kantong plastik untuk berbelanja,” terangnya, baru-baru ini.
Suryanto menjelaskan larangan penggunaan plastik untuk berbelanja itu tujuannya akan mengurangi sampah plastik di kota Minyak ini. Diperkirakan kebijakan kantong plastik berbayar akan mengurangi jumlah sampah sebanyak 50 ton per harinya.
Diketahui setiap harinya, jumlah sampah di kota Balikpapan mencapai 470 ton sehingga dengan adanya pelarangan penggunaan kantong plastik ini akan mengurangi 50 ton menjadi 420 ton per hari.
“Adanya kebijakan itu bisa mengurangi jumlah sampah perharinya. Dan masyarakat sekarang juga sudah diajak untuk memilah sampah agar sampah yang diangkut ke tempat pembuangan akhir tidak banyak,” kata Suryanto.
Diketahui kebijakan kantong plastik berbayar tersebut akan diluncurkan bersamaan dengan Hari Peduli Sampah Nasional pada 21 Februari mendatang di Jakarta, Bandung, Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang, Solo, Semarang, Surabaya, Denpasar, Palembang, Medan, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Ambon dan Papua.
Di kesempatan yang berbeda salah satu warga Balikpapan Santi mendukung kebijakan tersebut. Karena saat ini terlalu banyak plastik dalam kemasan berbelanja, setelah itu dibuang. “Setiap belanja apa saja dikemas dengan plastik, kemudian dibuang lagi dan ini menambah sampah. Dengan tas organik atau tas dari rotan lebih simple sepertinya,” ungkap Guru Paud ini.
Namun, ia berharap kebijakan tang diterapkan juga disosialisasikan lebih dulu agar ibu-ibu juga yang berbelanja sudah persiapan.