Insinerator di Rumah Sakit Surabaya Masih Kurang

SABTU, 16 JANUARI 2016
Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Charolin Pebrianti

SURABAYA—Limbah yang berasal dari rumah sakit memang lebih mengkhawatirkan jika dibanding limbah yang berasal dari rumah tangga. Pasalnya, limbah rumah sakit dapat membawa pengaruh buruk terhadap lingkungan. Namun, ada jalan lain yang bisa dilakukan untuk meminimalisir limbah yang berasal dari rumah sakit, yakni insinerator. 

Insinerator merupakan suatu alat atau mesin untuk membakar sampah yang mengunakan teknologi pembakaran yang di design sedemikian rupa dengan temperatur tertentu sehingga sisa pembakaran sangat minim.
Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Ir. Musdiq Ali Suhudi MT mengatakan hanya ada beberapa rumah sakit saja di Surabaya yang memiliki insinerator.
“Jumlah pastinya saya tidak hapal, tapi sejauh yang saya tahu jumlahnya masih sangat sedikit. Bisa dihitung menggunakan tangan,” terangnya kepada Cendana News, Sabtu (16/1/16).
Diharapkan dengan adanya kesadaran terhadap peduli lingkungan. Seluruh rumah sakit harus dilengkapi dengan insinerator.
“Tapi, yang perlu diingat penggunaan insinerator juga membutuhkan tenaga ahli, supaya tidak timbul masalah di kemudian hari,” ujarnya.
Musdiq menambahkan jika pihak rumah sakit merasa kesulitan dalam penanganan limbah, bisa mencari jalan keluar dengan cara bekerja sama dengan pihak ketiga.
“Tentunya pihak ketiga ini harus mengerti benar tentang pembersihan limbah dan juga tidak berdampak terhadap lingkungan,” tegasnya.
Insinerator tidak hanya diperuntukkan rumah sakit, namun bisa juga untuk industri, puskesmas juga limbah rumah tangga.
“Harapannya semua usaha, baik bidang jasa maupun komersil harus ada pengolah limbah. Baik dalam skala besar dan kecil, serta bisa menjaga lingkungan yang aman dan nyaman,” pungkasnya.
Lihat juga...