SABTU, 23 JANUARI 2016
Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Agus Nurchaliq
MALANG—Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Sub-Divisi Regional (Sub Divre) Malang kembali menggelar operasi pasar di Pasar Oro-Oro Dowo. Hal ini dilakukan untuk menstabilkan kenaikan harga beras yang perlahan terus meningkat.
![]() |
| Arsyad , Kepala Perum Bulog Sub Divre Malang |
Anita Andreani selaku Kasi Analisa Harga dan Pasar menjelaskan bahwa jika dilihat dari kenaikan harga per harinya memang tidak terlalu terlihat, tetapi jika dilihat dan dibandingkan kenaikan harga beras di bulan sekarang dengan bulan lalu sangat signifikan, jelasnya.
“Jika dipasaran harga beras sudah hampir mencapai Rp. 10.000,- per kilogramnya, untuk hari ini kami sediakan empat ton beras jenis IR-64 kualitas premium kemasan 5 kilogram dengan harga Rp. 8.100,- per kilogram,” ungkapnya.
![]() |
| Anita Andreani selaku Kasi Analisa Harga dan Pasar |
Menurutnya operasi pasar ini tidak hanya dilakukan di Pasar Oro-Oro Dowo tetapi juga di pasar-pasar lain yang berpotensi mengalami kenaikan harga beras, seperti di Pasar Dinoyo, Pasar Tawangmangu dan Pasar Besar, bahkan ia menyampaikan ada kemungkinan akan menyasar pemukiman penduduk.
Sementara itu, Arsyad selaku Kepala Perum Bulog Sub Divre Malang mengatakan bahwa kenaikan harga beras ini disebabkan karena Panen Padi ditingkat petani belum dimulai. Biasanya panen baru dilakukan pada bulan Februari.
Ia menambahkan, untuk tahun 2016 ini Perum Bulog menargetkan serapan beras dari petani sebanyak 60.000 ton.
“Dibanding tahun 2015 yang menyerap hanya kurang dari 48.000 ton, untuk tahun ini kami targetkan serapan beras dari petani sebanyak 60.000 ton,”terangnya.
