Harga Beras di Kendari Mendadak Melambung Tinggi

?KAMIS, 28 JANUARI 2016
Jurnalis: Rustam / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Rustam

KENDARI—Harga beras di pasar tradisional Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), mendadak melambung tinggi. Belum terlihat upaya pemerintah, khususnya Badan Urusan Logistik (Bulog) melakukan intervensi pasar, untuk menekan kenaikan kebutuhan pokok ini.


Pantauan Cendana News di Pasar Panjang Wua-wua, harga beras volume 5 Kg naik menjadi Rp 60 ribu, padahal sebelumnya antara Rp 50 ribu sampai Rp 52 ribu. Beras volume 10 Kg dari harga Rp 100 ribu naik menjadi Rp 120 Ribu. 
Untuk volume 25 Kg, dari kisaran harga Rp 240 ribu hingga Rp 250 ribu, mendadak naik menjadi Rp 270 Ribu. Sedangkan beras volume 50 Kg, konsumen biasanya membeli dengan harga paling mahal Rp 470 ribu, sekarang naik menjadi Rp 520 ribu.
Salah seorang pedagang beras bernama Marlina mengaku kaget melihat kenaikan harga beras yang begitu tinggi. “Saya juga kaget beli beras dengan harga mahal. Tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa, tidak bisa juga menekan harga. Kalau harga naik, sebagai pedagang tentu kasih naik juga harga jual,” jelasnya.
Untuk harga beras eceran, sebelumnya konsumen masih bisa membeli dengan harga antara Rp 7.500 hingga Rp 8.000 per liter, sekarang naik menjadi Rp 9.000 hingga Rp 9.500 per liter.
Untuk harga beras Dolog sekarang naik, dari harga Rp 7.500 menjadi Rp 8.000 per liter. Sedangkan harga per Kg dari Rp 8.500 menjadi Rp 9.000. 
Kemudian harga beras lokal lainnya dari Rp 9.500 hingga Rp 10.000 per Kg, naik menjadi Rp 11.000 hingga Rp 12.000 per Kg.
Hal senada dikatakan Madong di Pasar Mandonga, Kota Kendari. Kenaikan harga beras terjadi secara tiba-tiba. Ia menduga kenaikan ini dipicu belum adanya petani yang panen padi  di Sultra.
Minimnya pasokan beras di pasar tradisional Kota Kendari, sudah ada pedagang yang terpaksa menutup kios berasnya. 
Pedagang beras mengaku, meski sudah terjadi kenaikan beras namun pihak Dolog (Depot Logistik, sarana pendukung Bulog menjalankan fungsinya) Kendari belum melakukan operasi pasar. “Biasanya kalau beras naik, Dolog kasih keluar beras dari gudang ke pasar. Supaya harga beras tetap stabil,” kata Daeng Malle, salah seorang pedagang beras di Pasar Panjang Kendari.
Kenaikan harga beras juga terjadi di Kabupaten Buton, Kota Bau-Bau dan Kabupaten Muna. Kenaikan itu terjadi sejak pekan lalu.
Para pedagang beras menduga, naiknya harga beras di pasar karena petani belum panen. Khususnya petani sawah di Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, Kolaka Timur, Kolaka dan Bombana. 
Diperkirakan petani baru akan panen raya pada bulan Maret mendatang. Sehingga bila pemerintah tidak segera mengantisipasi kenaikan harga beras, bakal berdampak terhadap daya beli masyarakat. 
Lihat juga...