Gabung Gerakan Fajar Nusantara, Mahasiswa Surabaya Menghilang

SELASA, 12 JANUARI 2016
Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Charolin Pebrianti

SURABAYA—Salah satu warga Perum AL (Angkatan Laut) Jalan Suripto No. 26, Kenjeran, Erri Indra Kautsar (20 tahun) tidak diketahui keberadaannya sejak tanggal 17 Agustus 2015 hingga kini. Menurut keterangan orang tua Erri, sebelumnya putranya mengikuti Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR) sejak kelas 2 SMA.


Pihak keluarga sudah melaporkan kejadian ini ke Polda Jatim, namun hingga saat ini belum ada kemajuan dari laporan tersebut. Ayah Erri, Suharijono (50 tahun) menjelaskan, merunut dari awal pada hari Senin tanggal 17 Agustus 2015, pukul 19.00 WIB, Erri Indra Kautsar dijemput oleh Bismar Permaba  (18 tahun) yang juga anggota Gafatar. 
“Lalu Tanggal 20 Agustus 2015 menelpon ke ibunya, mengatakan saya tidak pulang, bapak ibu yang sehat saja. Saya baru pulang ke rumah kalau saya sudah sukses,” jelasnya meniru ucapan Erri.
Tanda-tanda keanehan muncul pada diri Erry setelah tergabung di Gafatar, seperti sebelum putranya menghilang, ia mengajak anaknya ke masjid untuk sholat Subuh namun saat sholat belum selesai, anaknya sudah hilang.

“Menurut Erri, ajaran Islam di masyarakat salah. Sehingga harus diluruskan,” ujar ayahnya menirukan ucapan Erri.
Dalam kesehariannya, Erri tergolong mahasiswa kritis. Semasa SMA, ia tergolong siswa cerdas, bahkan pernah berdebat dengan guru matematika terkait rumus matematika.
“Erri setelah hilang, sangat sulit terlacak. Bahkan ketika ditanya terkait keberadaannya, ia tidak memberi tahu keluarganya tentang posisinya,” tegasnya.
Hingga kini, Erri tercatat sebagai mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) semester 5 angkatan 2013.

Lihat juga...