RABU, 13 JANUARI 2016
Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Agus Nurchaliq
Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Agus Nurchaliq
MALANG—Sebanyak tujuh karya lukis tokoh Princess Disneyland dengan menggunakan berbagai motif Batik Klasik hadir dalam sebuah pameran tunggal seni lukis yang di selenggarakan di lantai satu Fakultas Ilmu dan Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB). Ketujuh lukisan ini merupakan karya Fauziah, Mahasiswi jurusan Seni Rupa FIB UB.
![]() |
| Fauziah |
Dalam gelaran pameran lukis ini ia sengaja mengangkat tema “Tokoh Princess dan motif Batik Klasik dalam Karya Seni Lukis” karena ia ingin mengenalkan motif batik kepada generasi muda terutama remaja maupun anak-anak. Dimana motif batik klasik sendiri sekarang sudah hampir terlupakan oleh generasi muda.
“Mereka kebanyakan sudah tidak tahu motif batik klasik itu seperti apa dan maknanya bagaimana. Padahal pada jaman dulu motif batik klasik sangat di istimewakan, seperti di keraton,”jelasnya kepada Cendana News, Rabu (13/1/2016).
Ia juga mengatakan, tokoh princess dalam lukisannya adalah untuk menarik perhatian anak-anak dimana kebanyakan anak sekarang suka dengan tokoh ini.

“Kalau anak-anak suka dengan princess, biasanya mereka akan menirukan gaya pakaian dan motifnya dimana saya memasukkan motif batik klasik di dalamnya,”ucapnya.
Untuk mempersiapkan pameran tunggal ini Fauziah mengaku sudah mempersiapkannya mulai bulan Juni tahun lalu. Untuk membuat lukisan yang dipamerkannya, ia membutuhkan waktu paling lama 20 hari untuk menyelesaikan sebuah lukisan.
Dalam membuat lukisan yang baru pertama kali dipamerkannya ini, Fauziah tidak hanya menggunakan kanvas dan cat akrilik sebagai medianya, tetapi dia juga mencampurkan bahan-bahan lainnya seperti benang, manik-manik, kain perca dan kain flanel untuk mempercantik lukisannya.
“Saya menggunakan bahan-bahan sisa maupun kain bekas yang saya dapat dari penjahit untuk meminimalkan biaya pembuatan ketujuh lukisan ini yang mencapai kisaran harga 3 juta,” aku mahasiswi semester sembilan ini.

Ia menambahkan, dalam pembuatan karya lukisnya ini yang paling sulit adalah mencari sumber motif batik klasiknya yang sekarang sekarang sudah banyak versinya.
Motif batik klasik yang diangkat Fauziah kedalam lukisanya yaitu motif Grompol, Ayam Puger Banyumas, Semen Remeng, Merak Kesimpir, Sidomulyo, Semeru, dan Mega Mendung.
Meski telah menggelar pameran lukisan mulai tanggal 12 Januari 2016 lalu, namun Fauziah mengaku masih belum puas dengan karyanya tersebut.
“Usai pameran ini, saya akan kembali memperbaiki lukisannya agar bisa lebih sempurna. Akan saya tambahkan lebih banyak sulaman karena yang membedakan lukisan saya dengan lukisan lainnya ada pada sulamannya,” pungkas perempuan yang juga gemar dan pandai menyulam ini.



