SABTU, 16 JANUARI 2016
Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Eko Sulestyono
JAKARTA—Delapan korban luka-luka akibat aksi terorisme hingga saat ini masih dirawat secara intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jalan Abdulrachman Saleh, Jakarta Pusat.
![]() |
| Saefullah, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) DKI Jakarta |
Kedelapan korban tersebut menderita luka ringan maupun luka berat, akibat ledakan bom dan penembakan yang dilakukan oleh kelompok teroris yang terjadi pada hari Kamis (14/01/2016) sekitar pukul 11:00 WIB.
Dari total delapan korban yang sampai saat ini masih dirawat di RSPAD Gatot Subroto, dua korban diantaranya hingga berita ini ditulis, kondisinya masih kritis (koma) tak sadarkan diri, keduanya masih berada di dalam ruangan Intensive Care Unit (ICU) RSPAD Gatot Subroto.
Kedua korban tersebut masing-masing adalah Yohannes Antonius Maria (48) laki-laki, warga negara asing (WNA) asal Belanda dan Ajun Inspektur Satu (Aiptu) Polisi Budiyono, laki-laki, anggota Provost Polres Metro Jakarta Pusat.

Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) DKI Jakarta hingga Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, setiap hari secara rutin bergantian menjenguk korban luka-luka akibat serangan teroris yang dirawat di beberapa rumah sakit di Jakarta.
“Pejabat Pemprov DKI Jakarta setiap hari secara rutin bergantian mengunjungi beberapa rumah sakit untuk memantau perkembangan korban yang menderita luka-luka akibat aksi kelompok terorisme yang terjadi di Jalan Mohammad Husni (MH) Thamrin, Jakarta Pusat” demikian kata Saefullah, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) DKI Jakarta kepada wartawan.
Saefullah mengatakan “dari beberapa rumah sakit yang saya kunjungi, sebagian besar kondisi korban sudah membaik, namun tercatat masih ada dua korban yang masih tak sadarkan diri, kondisinya kritis, yaitu Yohannes Antonius Maria, WNA asal Belanda dan Aiptu Budiyono, anggota Provost Polres Metro Jakarta Pusat, mereka berdua masih dirawat di ruang ICU RSPAD Gatot Subroto” terangnya sesaat setelah keluar dari ruangan.
Saefullah menambahkan, Yohannes Antonius Maria menderita luka sobek di tangan kanan dan luka robek di kepala, sedangkan Aiptu Budiyono menderita luka tembak di dada, mereka berdua belum sadar dan belum bisa diajak berkomunikasi, jelasnya sekaligus mengakhiri pembicaraan.
Tak berapa lama kemudian, setelah wawancara dengan wartawan selesai, Sekdaprov DKI Jakarta tersebut langsung memasuki mobil dinasnya Toyota Land Cruiser Prado warna hitam dengan pengawalan Kadishub DKI Jakarta, Andri Yansyah, perlahan meninggalkan halaman RSPAD Gatot Subroto.
Pantauan Cendana News, Sabtu (16/01/2016) di RSPAD Gatot Subroto siang ini, di sekitar ruangan ICU tampak terlihat para petugas keamanan baik dari TNI, Polisi maupun Satpam berjaga-jaga di pintu masuk dan pintu keluar, para awak media (wartawan) tidak diperbolehkan mendekati area ICU, wartawan hanya diperkenankan meliput dari luar halaman ICU.