Jurnalis: Koko Triarko / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Koko Triarko
YOGYAKARTA—Pemulangan ratusan warga eks Gafatar ke Yogyakarta yang direncanakan hari ini, Kamis (28/1/2016), ternyata tidak berjalan mulus. Jumlah eks Gafatar yang terus berubah-ubah disinyalir sebagai penyebabnya. Sementara itu di tempat penampungan sementara di Gedung Youth Center, Sleman, Yogyakarta, telah ada sembilan jiwa eks Gafatar.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Drs. Untung Sukaryadi, MM., ditemui saat meninjau eks Gafatar di Youth Center Mlati, Sleman, Yogyakarta, Kamis (28/1/2016), menjelaskan, sementara ini baru ada 9 orang eks Gafatar yang ditampung dan menjalani rehabilitasi atau pemulihan psikologis.
Dua diantaranya adalah anak-anak. Mereka berasal dari Kabupaten Bantul, Sleman, dan Gunung Kidul. Jumlah tersebut akan bertambah setiap saat, mengingat para eks Gafatar yang kini masih berada di Asrama Haji Donohudan, Solo, Jawa Tengah, pemulangannya ke Yogyakarta tidak bersamaan. Selain itu, jumlah eks Gafatar asal Yogyakarta juga belum pasti. Menurutnya, data sementara menunjukkan ada 300-an orang, namun jumlah itu hingga hari ini masih harus dipastikan.
Terkait pemulihan psikologis, kata Untung, sementara ini pihaknya baru melakukan pendampingan informal dengan cara mengajaknya berkomunikasi. Dari kacamata Dinsos, kata Untung, peristiwa ini adalah bencana sosial. Sehingga, pihaknya menyediakan barak pengungsian yaitu Gedung Youth Center, lengkap dengan Dapur Umum, Klinik Kesehatan dan Pengamanan. “Dan, tentu saja juga melakukan pemulihan psikologis”, jelasnya.
Secara umum, jelas Untung, mereka para eks Gafatar akan dikembalikan seperti semula. Bagi anak anak, akan dilakukan trauma healing (tindakan untuk mengobati trauma) untuk menghilangkan trauma psikologisnya, dan bagi yang dewasa akan dilakukan rehabilitasi yaitu deradikalisasi.
“Dalam upaya deradikalisasi ini kita melibatkan lintas sektor, karena menyangkut masalah moril keagamaan dan ideologi atau wawasan kebangsaan”, jelasnya.
Rencananya, lanjut Untung, para eks Gafatar selama tiga hari akan menjalani deradikalisasi di penampungan sementara, lalu akan dikembalikan ke asalnya. Namun, katanya, mereka para eks Gafatar juga akan menjalani rehabilitasi dan pendataan ulang lagi yang dilakukan oleh masing-masing kabupaten/kota tempat asalnya. Setelah itu, baru dikembalikan ke masyarakat.
“Dalam melakukan deradikalisasi ini kita bekerjasama dengan perguruan tinggi, Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kementerian Agama setempat dan psikolog”, pungkasnya.