KAMIS, 28 JANUARI 2016
Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Agus Nurchaliq
MALANG — Keindahan Kota Malang diciderai oleh aneka ragam media promosi yang ditempel secara “liar” di sepanjang jalanan kota, demikian kesan pertama bagi yang melintas di Jalan Sumber Sari dan Jalan Gajayana, Malang.

Melakukan promosi besar-besaran atas usaha dan atau kegiatan bukanlah pelanggaran hukum tetapi sudah selayaknya ada kesadaran terkait penempatan sarana promosi tersebut. Pohon-pohon di pinggiran jalan yang seharusnya berfungsi mempercantik tatanan kota sekaligus menyejukkan jalan sehingga nyaman bagi penggunanya, justru berubah jadi “tiang” penyangga media promosi.
Dari pantauan Cendana News, poster dan spanduk yang dipasang di Jalan Sumber Sari dan Jalan Gajayana, selain merusak pandangan mata juga merusak pohon yang ada karena pemasang media promosi tersebut tidak hanya menggunakan tali atau kawat tetapi juga tak se km,gan menggunakan paku.

Selain menyalahgunakan fungsi pohon di pinggir jalan, pemasang media promosi juga menyalahgunakan dinding rumah dan atau gedung yang ada di ruas jalan tersebut. Sebagian lagi, nampak memanfaatkan tiang listrik sebagai titik pemasangan media promosi mereka.
Salah satu warga yang Cendana News jumpai pada Kamis (28/1/2016) menyampaikan rasa kecewanya kepada pihak yang berwenang mengatur masalah tata kota. “Jangan hanya taman kota yang diurus dan ditata, pohon-pohon di pinggir jalan malah dibiarkan jadi titik pemasangan media promosi, bukan hanya diikat bahkan dipaku. Pohonnya saja sampai tidak kelihatan saking banyaknya poster,” jelasnya dengan nada kesal.

Keluhan yang sama juga disampaikan Rizal, seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kota Malang. Menurut Rizal sikap pembiaran terhadap maraknya pemasang iklan yang menurutnya masuk kategori merusak lingkungan tersebut sangat bertentangan dengan slogan Kota Malang yaitu “Beautiful Malang” (Malang Cantik,red). “Dimana beautifulnya kalau media promosi tidak tertata seperti ini,” keluhnya.
Warga Malang berharap ada tindakan serius dari pihak terkait dalam menertibkan pemasangan media promosi di jalanan. Bukan sekedar demi mempertahankan slogan tetapi untuk jangka panjang Menanam pohon mudah, menunggu pohon tumbuh sehat hingga besar dan rindang, butuh waktu yang sangat lama. Jika di daerah lain gencar melakukan gerakan menanam pohon, di Kota Malang justru melakukan pembiaran pohonnya “dibunuh” oleh mereka yang merasa berhak melakukan promosi.
