
MATARAM — Over produksi, peternak ayam dari kampung unggas, Desa Troai dan Desa Selebung Rembige, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat meminta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menghentikan pengiriman bibit ayam, khususnya ayam peranakan.
![]() |
| Budi Septiani |
“Ada surat permintaan dari kelompok kampung, Desa kampung unggas, Desa Troai dan Desa Selebung Rembige untuk tidak memasukkan doc ayam arab, karena hasil budidaya yang ada di NTB sudah over produksi,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Budi Septiani di Mataram, Senin (10/11/2015).
Budi mengatakan, sebelumnya pengiriman bibit ayam arab dari luar dilakukan Dinas Peternakan ke Desa kampung unggas dari luar dengan tujuan untuk mendapatkan kualitas genetik yang bagus, karena memang meski bibit ayam arab terdapat di kampung unggas, tapi kualitasnya masih beragam.
Ia menyebutkan, karena beragam sehingga kualitas dihasilkan menjadi kurang bagus, makanya Dinas Peternakan sengaja mendatangkan dari luar yang sudah bersertifikat .
“Dengan kemampuan para kelompok peternak unggas sekarang melakukan produksi bibit ayam arab dengan kapasitas mesin tetas yang mampu menghasilkan bibit 5 sampai 10 ribu, sudah lebih dari cukup, makanya droping bibit dari luar tidak perlu dilakukan lagi,” terang Budi.

JURNALIS : TURMUZI
Jurnalis Cendana News wilayah NTB. Bergabung dengan Cendana News sejak awal tahun 2015. Sebelum bergabung dengan Cendana News, jurnalis dan fotografer lepas untuk beberapa media online dan cetak.
Akun twitter : @muzitur00
