Menuju Kota Layak Anak, BPMP2KB Usulkan Penambahan Anggaran

Kepala BPMP2KB Sri Wahyuningsih
BALIKPAPAN — Untuk menuju kota layak anak di Balikpapan, Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMP2KB) peningkatan anggaran menjadi Rp 850 juta di tahun anggaran 2016 dari Rp430 juta di tahun ini.
“Anggaran itu digunakan untuk fasilitasi pengembangan kota layak anak. Saat ini Balikpapan masih tahapan menuju kota layak anak dan masih tahap dasar yakni Pratama,” jelas Kepala BPMP2KB kota Balikpapan Sri Wahyuningsih saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (04/11/2015).
Ia menjelaskan, untuk menuju kota layak anak diperlukan kerjasama yang keras dari lintas sektoral karena tidak hanya menjadi tanggungjawab BPMP2KB.
“Banyak hal yang harus dilakukan dan perlu kerjasama beberapa sektor untuk menuju kota layak anak,” ujar Yuyun begitu panggilan akrabnya.
Yuyun menerangkan beberapa hal yang harus dilakukan menuju kota layak anak diantaranya tingkat kepemilikan akte anak harus sudah 100 persen, sistem perlindungan anak yang kini baru saja dimiliki oleh pemerintah kota Balikpapan, dan mengatasi persoalan sosial seperti anak jalanan, kasus kekerasan anak. 
Tidak hanya itu, namun ada beberapa lagi yakni angka kematian bayi dilahirkan dan anak putus sekolah yang semua ini perlu kerjasama dalam penanganannya. 
Untuk itu ditahun 2016 ke depan, Dia mengusulkan dana yang lebih besar untuk memfasilitasi pengembangan kota layak anak dengan berbagai program kegiatan. Diantaranya membuat konseling orangtua yang difasilitasi BPMP2KB, memberikan ruang bakat dan ide yang ditampilkan di depan masyarakat agar anak-anak yang memiliki ide dan bakat lebih percaya diri, penyuluhan ke guru PAUD dan sekolah serta panti asuhan. 
Yuyun menyebutkan untuk tahun ini anggaran pengembangan kota layak anak sekitar Rp430 juta. Sedangkan program tahun ini masih pada tahapan penyuluhan dan parenting support. 
“Tahun ini kami programnya juga penyuluhan dan parenting support untuk menuju kota layak anak,” sambungnya.
Diakuinya saat kasus kekerasan anak masih tinggi sehingga perlu ditekan apabila menuju kota layak anak. Berdasarkan catatan P2TP2A kasus kekerasan pada perempuan dan anak mencapai 83 kasus. 
Sedangkan kasus kekerasan yang melibatkan anak untuk tahun 2012 ada 3 kasus yang terdiri kasus kekerasan seksual sebanyak 2 kasus dan satu kasus fisik. Untuk tahun 2013 sebanyak 12 kasus dengan rincian kekerasan seksual 8, kekerasan fisik sebanyak 2 kasus, kekerasan psikis 2 kasus dan eksploitasi anak sebanyak 2 kasus. Sementara tahun 2014 sebanyak 13 kasus.
Yuyun mengharapkan dengan program yang dibuat untuk tahun 2016 dapat menekan angka kekerasan yang melibatkan anak, dan ruang kreativitas anak semakin banyak serta menuju kota layak anak dapat terpenuhi. 
“Jangan sampai kasus kekerasan anak tinggi. Harapannya dapat ditekan dengan upaya yang dilakukannya,” tutupnya. 
JURNALIS : FERRY CAHYANTI
Jurnalis Cendana News wilayah Balikpapan, gabung dengan Cendana News sejak awal tahun 2015. Sebelum bergabung dengan Cendana News, menjadi jurnalis di beberapa media online dan cetak lokal. 
Akun twitter @fer_rry
Lihat juga...