| Pesawat Trigana Air di Bandar Udara Sentani, Kabupaten Jayapura |
JAYAPURA — Kementerian Perhubungan Republik Indonesia belum menambah transportasi penerbangan ke Pegunungan Bintang, Papua, secara khusus bagi maskapai penerbangan Trigana Air Service, pasca insiden jatuhnya pesawat Trigana Air jenis ATR 42 PK-YRN nomor penerbangan IL-267 di sekitaran Kabupaten Pegunungan Bintang, Minggu (16/08/2015) lalu.
Manager Area PT Tigana Air Service Papua, Bustomi Eka Prayitno mengatakan ada satu pesawat jenis ATR yang sedang dipersiapkan satu armada untuk melayani penerbangan dari Jayapura dan ke Pegunungan Bintang, namun saat ini sedang menunggu hasil audit dari Kementerian Perhubungan RI.
Disebutkan, pihak Kementerian Perhubungan RI belum berikan sub-sub penambahan penerbangan di Papua, terkait insiden penerbangan yang terjadi Minggu (16/08/2015) lalu.
“Mudah-mudahan dari pihak Kementerian Perhubungan berikan suatu konkrit dan solusi yang terbaik buat kita semua, terutama untuk masyarakat Pegunungan Bintang, yang masih sulit masalah angkutan udara,” kata Bustomi di Jayapura, Rabu(28/10/2015).
Jikalau telah dirilis Kementerian Perhubungan, kedepan akan ada dua pesawat jenis ATR untuk penerbangan ke Oksibil, Pegunungan Bintang.
“Iya, intinya kami sudah siap, kalau sudah dirilis kementerian perhubungan, jadi penerbangan trigana di pegunungan bintang ada dua pesawat,” imbuhnya.
Terkait manifest yang tidak sesuai? menurut Bustomi, pihaknya telah memecat dua karyawan Trigana Air bagian operasional di counter tiket yang diduga kuat melakukan calo tiket.
“Kami sudah menindak tegas, tidak boleh melakukan seperti itu, karena dapat merugikan kita semua. Menyulitkan Trigana dan tentunya menyulitkan asuransi, tentu juga berdampak ke identifikasi. Karyawan itu sudah kami berhentikan dengan hormat,” bebernya.
Kedepan ia berharap, tidak terjadi lagi hal-hal seperti itu. Semua harus dilakukan sesuai prosedur, cek in tetap sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP). “Apabila tidak sesuai, kami batalkan tiketnya dan kami print lagi tiket baru,” ujarnya.
RABU, 28 Oktober 2015
Jurnalis : Indrayadi T Hatta
Foto : Indrayadi T Hatta
Editor : ME. Bijo Dirajo