![]() |
| salah satu kawasan Bukit Suharto dari Samboja menuju Kota Samarinda |
BALIKPAPAN — Sejumlah personil dikerahkan ke beberapa titik lahan yang terbakar di kawasan hutan lindung Sungai Wain, Hutan lindung Sungai Manggar dan Teritip kota Balikpapan. Pasalnya dari lokasi tersebut ditemukan ada 38 hot spot.
![]() |
| Kepala BLH Balikpapan Suryanto |
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Balikpapan, Suryanto mengatakan, puluhan hektar lahan sejak satu pekan lebih terbakar dan pihaknya bersama tim pemadan hutan juga sudah melakukan pemadaman agar tidak merambat ke zona inti.
“Zona inti hutan harapannya tidak terkena. Dan apabila terbakar diikuti masa kemarau akan kesulitan memadamkannya. Sehingga upaya yang dilakukan untuk pencegahan dengan pembuatan sekat,” terangnya setelah rapat coffe morning, Senin (26/10/2015).
Untuk itu, mulai hari ini tim yang diketua dari Kepala Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana dibantu sejumlah intansi seperti TNI, BLH dan masyarakat sekitar melakukan siaga sekaligus memadamkan pada beberapa titik yang terjadi kebakaran.
Diakuinya kabut asap selama satu pekan kemarin semakin pekat dengan kualitas udara sangat tidak sehat. Berdasarkan pantauannya melalui alat pengukur udara lebih dari 200 angkanya sehingga dinyatakan tidak sehat.
Sementara itu terpisah, dalam tiga hari ke depan 100 personil gabungan dari BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara, UPTD Pengelola Tahura Samboja dan sejumlah instansi lainnya bersama masyarakat akan memadamkan api secara masal di kawasan Bukit Soeharto.
Kepala BPBD Kukar Darmansyah mengungkapkan 12 unit mobil pemadam kebakaran dengan kapasitas 3 ribu dan 5 ribu akan dikerahkan. Dan pihaknya belum dapat memastikan berapa luasan lahan yang terbakar selama musim kemarau.
Selain itu, pihaknya menghimbau kepada pengendara yang melintasi kawasan Bukit Suharto. Ia mengharapkan kebakaran lahan ini dapat segera dipadamkan dan tidak meluas.
SENIN, 26 Oktober 2015
Jurnalis : Ferry Cahyanti
Foto : Ferry Cahyanti
Editor : ME. Bijo Dirajo
