Ratusan Prajurit Diterjukan untuk Tangani Kebakaran Hutan di Sentani

Personil TNI AD sebelum memadamkan api di gunung kampung Harapan, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura
JAYAPURA — Sebanyak lima ratusan personil dari TNI AD dibawah Komando Daerah (Kodam) XVII/Cenderawasih dikerahkan untuk memadamkan api secara manual di Gunung Kampung Harapan, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, yang telah terdeteksi BMKG Wilayah V Jayapura.
Disebutkan, dari 500 personil, 200-an diantaranya dikirim dalam gelombang pertama untuk mangantisipasi agar tidak meluas.
“Lokasi yang terbakar kami masih dalam pemantauan, seksi pengamanan kami sudah dikirim kelokasi terjadinya kebakaran di Kampung Harapan. Kemudian untuk personil sementara yang kami terjunkan kurang lebih 200 lebih pada gelombang pertama,” kata Kaops Pendidikan Rindam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Samsul Huda kesejumlah jurnalis di Rindam, Jumat (23/10/2015).
Atas perintah Pangdam Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian, pihaknya dengan sigap berusaha memadamkan api tersebuut, lantaran api mulai merambat mendekati markas Rindam XVII/Cenderawasih.
“Indikasinya sudah mau masuk ke wilayah Rindam, untuk mengatasi hal tersebut sesuai dengan perintah pimpinan kami melakukan pengiriman personil ke lokasi,” ujarnya.
Sesuai dengan laporan dari Kepala Seksi Keamanan (Kasi Kam) dilokasi kebakaran, terdapat ada tiga titik api yang semuanya pada kawasan konservasi/cagar alam di Kampung Harapan.
“Memang kami fokus utama di Kampung Harapan tetapi ada satu titik api lagi disekitar Bandara Sentani, karena kami belum diperintah kesana, maka kami belum kesana,” bebernya.
Selain 200 personil yang telah dikirim kelokasi kebakaran hutan tersebut, lanjutnya, sekitar 300-an personil Rindam disiagakan. “Apabila ada perintah lebih lanjut kami akan kerahkan semua personil untuk memadamkan titik-titik api tersebut,” ujarnya.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah V Jayapura mendeteksi terdapat 744 titik api kebakaran hutan dan lahan di provinsi Papua. Sementara di provinsi Papua Barat terdeteksi 32 titik api.
Akibat dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sebagian di wilayah selatan Papua, asap terbawa ke arah tenggara Papua, di Kabupaten Mimika, mengharuskan aktifitas penerbangan di bandara Moses Kilangin, Mimika terhenti sementara Sejak Kamis (15/10/2015) hingga hari ini, Kamis (22/10/2015).
“Kabut asap kiriman dari selatan Papua ke Mimika, menyebabkan jarak pandang hanya 200 meter, dengan kecepatan angin 2 knot. Sampai saat ini update jam 12.00 WIT, titik api atau hospot di Papua ada 744 titik dan di Papua Barat ada 32 titik api,” kata Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa BMKG Wilayah V Jayapura, Zem Irianto Padama kepada Cendana News.
Saat ini di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura, lanjutnya, terdapat 5 titik api, masing-masing di Kabupaten Jayapura terdapat 3 titik api, yakni kampung Airum, Kampung Harapan dan Yapsi. Sementara untuk Kota Jayapura, dikatakan Padama, terdeteksi satu titik api di Waena.
“Titik api paling banyak di daerah selatan Papua, di kabupaten Mappi, Merauke, Boven Digoel. Di Papua Barat juga ada, kemudian daerah pegunungan tengah Papua juga ada, seperti di Wamena, Kabupaten Jayawijaya,” ujarnya.
Pemadaman Api oleh Prajurit TNI AD

Nampak beberapa titik api di gunung kampung Harapan, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura

JUMAT, 23 Oktober 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...