![]() |
| Mahasiswa sedang melakukan penelitian pengambangan tanaman melon |
SURABAYA — Universitas Surabaya (Ubaya) melakukan pengembangan tanaman melon melalui kultur jaringan kotiledon atau daun awal. Hal ini berbeda dengan cara konvensional biasanya ditanam dari biji kemudian ditanam di tanah. Yang berbeda disini adalah perbanyakan tanaman melon melalui bagian individu tanaman melon untuk dikembangbiakan.
Ketua tim peneliti, Januar Ishak mengaku, selama penelitian banyak kesulitan yang dihadapi, mulai dari hormon dan konsentrasi yang cocok untuk diberikan ke tanaman yang akan diperbanyak.
“Ada tiga tahap percobaan yang dilakukan, yaitu pembentukan kalus organogenik, proliferasi kalus organogenik, dan pembentukan tunas adventif dari kalus organogenik,” terangnya kepada Cendana News di Surabaya, Selasa (20/10/2015).
Sementara itu, dosen pembimbing, Dr. Ir. Poppy Hartatie Hardjo, M.Si mengaku, transformasi genetik memang perlu di era global sekarang.
“Transformasi genetik perlu disisipi gen target misalnya gen ketahanan penyakit, gen rasa super manis, dan lain-lain,” tandasnya.
SELASA, 20 Oktober 2015
Jurnalis : Charolin Pebrianti
Foto : Charolin Pebrianti
Editor : ME. Bijo Dirajo